Mungkin Sudah Skenario Allah Usaha Beliau Meningkat

Usahanya yang membesar memang menjadi skenario Allah

Usahanya yang membesar memang menjadi skenario Allah (sumber gambar: flickr.com)

Usianya sudah lanjut, walaupun aku sendiri tidak tahu berapa tepatnya. Aku menebaknya karena saat ia buka kopyahnya, tidak terlihat rambut yang menghitam, semuanya telah memutih.

Beliaulah pelaku sabar sebenarnya menurutku. Ia tidak mengutuk, ia tidak kecewa dan juga tidak murka atas keadaan yang menimpanya. Ia dan sang istri sepertinya sudah paham betul memang beginilah hidup di dunia. Selalu akan ada saja ujiannya.

Usahanya membesar. Bahkan ia bisa memberikan nafkah kepada para tetangga-tetangga yang ada di dekatnya. Ia adalah panutan bagi para kepala keluarga yang ada di lingkungannya.

Tapi siapa sangka, beliau yang diberikan nikmat berupa usaha yang besar juga mendapatkan ujian yang besar. Sang anak yang paling kecil menjadi ujian terberat yang dialaminya.

Mata yang sayu dan badan yang tidak bersemangat adalah pemandangan lumrah yang akan kau dapati. Beliau berkata, “Anak saya sejak lahir memang memiliki kelainan jantung Mas, jantungnya ada yang bocor.”

Tapi tidak ada penyesalan, kekecewaan yang muncul di raut wajah beliau. “Mungkin dengan kesuksesan inilah Allah memberikan rizki kepada beliau” pikirku. Bila tanpa didukung dengan dana yang besar, bagaimana mungkin beliau bisa merawat sang putra?

Sahabatku, seringkali kau meminta kebaikan, nikmat dan kebahagiaan namun yang kau terima adalah sebaliknya. Yang kau minta kebahagiaan nyatanya yang kau rasakan adalah kesengsaraan. Yang kau harap pertolongan yang terjadi adalah musibah.

Padahal dengan musibah itulah yang memungkinkan datangnya pertolongan Allah. Kau sering berharap kebahagiaan yang sempurna. Padahal Allah tahu bila kau mendapatkan kebahagiaan itu, banyak keburukan dan maksiat yang akan kau lakukan. Dan kau tidak tahu itu semua.

Maka bersabarlah dengan ketentuanNya sahabatku. Bisa jadi yang kau harapkan itu tidak baik bagimu. Allah lebih tahu yang terbaik bagimu.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s