Hati Mereka Disatukan oleh Iman Kepada Allah

three hearts bluePara pemuda dalam cerita Al-Kahfi menurut para ahli tafsir terdahulu adalah anak dari para raja dan pembesar Bizantium. Dan sebagaimana kebiasaan masyarakatnya, mereka bersama ayah dan keluarganya akan melakukan perayaan setahun sekali.

Dari segala penjuru negeri semua orang berdatangan. Mereka melakukan penyembahan dan pengorbanan untuk berhala-berhala. Sang Raja ketika itu, Decianus sangat menyenangi hal-hal ini.

Maka saat para pemuda ini melihat perayaan persembahan dan pengorbanan yang dilakukan oleh masyarkatnya, hati mereka menjerit. Mereka tahu bahwa apa yang dilakukan rakyatnya adalah seusatu yang sangat salah.

Yang berhak disembah adalah Allah, Dzat yang telah menciptakan alam semesta ini termasuk di dalamnya manusia. Paling tidak inilah yang ada di pikiran dan hati para pemuda ini.

Kesal dan berontak, di saat perayaan mereka perlahan-lahan mundur dan memisahkan diri dari masyarakatnya. Satu orang terlihat menjauh dan berteduh di sebuah pohon.

Ternyata setelah itu beberapa orang pemuda juga berdatangan ke tempat yang sama. Padahal mereka tidak saling mengenal. Tapi sepertinya mereka memiliki kepekaan yang sama untuk tidak mengikuti penyembahan kepada berhala.

Salah seorang membuka dialog. “Wahai manusia, hanya ada satu alasan yang membuat kalian tidak bergabung di perayaan itu, maka hendaknya kalian mengutarakan kenapa kalian memisahkan diri dari mereka?”

Salah seorang menjawab, “Aku memisahkan diri karena aku tidak setuju dengan penyembahan mereka, dalam diriku, hanya Allah saja yang patut disembah.”

Pernyataan ini sontak mendapatkan reaksi yang aneh, karena ternyata semua alasan mereka sama. Dan setelah pertemuan itu mereka seringkali membuat pertemuan untuk menyembah Allah saja.

Ternyata hati-hati manusia itu dipertemukan dengan persamaan. Mereka yang beriman akan senantiasa bertemu dengan orang-orang yang beriman pula. Bagaimana dengan hatimu sahabat, dengan siapa kau dipertemukan?

Wallahu a’lam

Sumber inspirasi: Tafsir Ibnu Katsir Al Kahfi ayat 13-14

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s