Pemuda bukan Pencari Kenyamanan

Pemuda sejati berkarakter pencari kebenaran bukan kenyamanan

Pemuda sejati berkarakter pencari kebenaran bukan kenyamanan (sumber gambar: flickr.com)

Entah menurutmu sahabat? Tapi menurutku masa muda adalah masa yang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan positif. Dan itu jugalah yang diungkapkan oleh Allah.

(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Al Kahfi: 10)

Dan entah juga bagaimana menurutmu sahabat? Tapi menurutku masa tua terkadang adalah masa-masa yang identik dengan kejumudan, kekakuan dan keengganan berubah?

Hal yang sama ternyata kujumpai ketika menelaah dakwah Rasulullah. Mereka yang enggan menerima adalah orang-orang yang telah sepuh dan dibesarkan dengan lama oleh budaya nenek moyangnya.

Dan yang menerima dakwah Rasulullah saw adalah mereka yang masih mendasarkan perubahan untuk ke arah yang lebih baik yakni kebenaran hakiki. Bila itu bertentangan dengan agama dan budaya nenek moyang, mereka tidak segan untuk menolak budaya demi kebenaran.

Berat memang ketika apa yang kita yakini dengan orang lain ternyata berbeda. Apalagi bila yang kita yakini itu berbeda dengan orang-orang yang kita sayangi. Namun bagi seorang pemuda, kebenaran itu adalah yang utama.

Bila seorang manusia tidak hidup dalam kebenaran apalagi yang bisa ia harapkan dalam hidup. Itulah prinsip yang dimiliki oleh para pemuda di Ash-haabul Kahfi. Mereka menjadi pemuda yang beriman dengan kebenaran bahwa Allah sajalah yang pantas menjadi sesembahan.

Maka karakter pemuda adalah gairah mencari kebenaran meskipun itu sulit, bukan sekedar mencari kenyamanan. Dan sebaliknya, karakter generasi tua adalah enggan kehilangan kenyamanan dalam perubahan, meski perubahan itu benar dan baik bagi dirinya.

Manakah dirimu sahabat? Pemuda atau yang telah renta?

Wallahu a’lam

Sumber Inspirasi: Tafsir Ibnu Katsir surat Al Kahfi

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s