Ketika Harta itu Tidak Kau Dapatkan, Ingatlah Kisah ini Sahabat

Bisa jadi kau tidak mendapatkannya karena Allah mencintaimu sahabat (sumber gambar: flickr.com)

Bisa jadi kau tidak mendapatkannya karena Allah mencintaimu sahabat (sumber gambar: flickr.com)

Suatu ketika di masa setelah masa perang Hunain yang dimenangkan oleh umat Islam, Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan perang. Ketika itu ternyata yang terbanyak mendapat bagian adalah orang-orang yang baru masuk Islam.

Tidak disangka ternyata ada sebuah berita di mana orang-orang Anshar ingin mendapatkan harta sebagaimana mereka.

Maka Rasulullah saw berdiri menyampaikan pidato kepada mereka. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda: “Hai orang-orang Anshar, bukankah aku temukan kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian melalui aku?”

“Bukankah aku temukan kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah Membuat kalian kaya dengan mengutusku? Bukankan aku temukan kalian dalam keadaan terpecah-belah, lalu Allah mempersatukan kalian dengan sebab aku?”

Orang-orang Anshar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih berhak mengungkit.  Kemudian beliau bersabda, “Mengapa kalian tidak menjawabku?” Merek berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih berhak mengungkit-ungkit.

Kalian boleh saja berkata begini dan begini pada masalah begini dan begini. Selanjutnya beliau bersabda, “Tidakkah kalian rela jika orang lain pergi dengan membawa kambing-kambing dan unta dan kalian pergi bersama Rasulullah ke tempat kalian?”

“Orang-orang Anshar itu bagaikan pakaian dalam dan orang lain seperti pakaian luar (maksudnya orang Anshar-lah yang paling dekat di hati Nabi saw) .“

“Seandainya tidak ada hijrah, tentu aku adalah salah seorang di antara golongan Anshar. Seandainya orang-orang melalui lembah dan lereng, tentu aku melalui lembah dan celah orang-orang Anshar.”

“Kalian pasti akan menemukan keadaan yang tidak disukai sepeninggalku. Karena itu, bersabarlah kalian hingga kalian bertemu denganku di atas telaga (pada hari kiamat).”

Bisa jadi harta itu tidak diberikan banyak kepadamu karena Allah lebih sayang kepadamu.

Wallahu a’lam.

Sumber inspirasi: Shahih Muslim, bab Memberi orang yang baru memeluk Islam dan menyabarkan orang yang kuat imannya

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s