Kisruh Politik dan Solusinya Menurut Qur’an

Biasanya setelah memegang kekuasaan, yang terjadi malah banyak kekisruhan (sumber gambar: flickr.com)

Biasanya setelah memegang kekuasaan, yang terjadi malah banyak kekisruhan (sumber gambar: flickr.com)

Sahabatku, beberapa waktu yang lalu kita disuguhi oleh berbagai macam polemik yang terjadi di negara ini terutama yang berhubungan dengan politik. Aku sadar, bahwa sebagian dari kalian pasti sudah jengah untuk mendengarkan hal-hal yang berbau politik.

Berbicara kekisruhan ini aku teringat sebuah ayat di Surat Ali Imran ayat 159 yang berbunyi,

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(Ali Imran: 159)

Aku dan kamu sepertinya harus belajar dari ayat ini. Karena inilah salah satu kunci sukses dakwah Rasulullah saw. Tidak hanya masalah dakwah tapi juga kesuksesan Rasulullah untuk memimpin negeri Islam saat itu.

Lemah lembut adalah kata kunci utamanya, bila berhati keras maka bisa dipastikan akan ada banyak orang yang menjauhimu. Dan bukankah dukungan orang lain itu yang kau butuhkan dalam sebuah pemerintahan? Seorang pemimpin sekuat apapun dirimu, tidak bisa melakukan semuanya sendiri.

Yang kedua adalah menyadari bahwa semua hal dalam kehidupan sosial masyarakat tidak bisa dipisahkan dari orang lain. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar Rasulullah senantiasa bermusyawarah untuk memutuskan masalah-masalah yang dihadapi oleh ummatnya.

Meskipun dengan kapasitas beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul tentu tidak sulit mengambil keputusan, namun Allah masih tetap memerintahkan Muhammad saw untuk bermusyawarah.

Intinya seseorang yang ingin sukses menjadi pemimpin harus sadar bahwa ia tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Semua ini bukan karena kerjanya semata, tapi juga kerja orang-orang yang bersedia mengikutinya.

Dan mungkin saja inilah alasan mengapa terjadi banyak pertikaian. Karena masing-masing merasa dirinya yang paling mampu menuntaskan berbagai permasalahan. Padahal Allah meminta Rasul-Nya untuk bermusyawarah, untuk bekerja sama, untuk saling mendukung.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s