Sombong Saat Sukses dan Menyalahkan Orang Lain Saat Gagal, Sifat Warisan Fir’aun

Mesir, negera yang pernah dipimpin oleh "Tuhan" yang kalah oleh ajalnya. (Sumber Gambar: Flickr.com)

Mesir, negera yang pernah dipimpin oleh “Tuhan” yang kalah oleh ajalnya. (Sumber Gambar: Flickr.com)

Suatu ketika, Fir’aun diberikan musibah oleh Allah berupa kekeringan dan kelaparan yang menyerang negerinya, Mesir. Hal in dilakukan agar mereka mengambil pelajaran bahwa dunia ini bukanlah miliknya. Dan oleh sebab itu tidak pantas bagi Fir’aun menahbiskan dirinya sebagai tuhan.

Dan memang terbukti, bahwa saat kekeringan dan kelaparan itu terjadi, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Fir’aun dan para sekutunya. Karena memang dia bukanlah tuhan yang selama ini ia canangkan dalam semua pidato kenegaraannya.

Tapi apakah ujian dan musibah seperti itu memberikan efek kepada mereka?

Ternyata tidak. Mereka-di saat mendapatkan kemakmuran, kejayaan, panen yang melimpah-mengatakan bahwa ini semua adalah karena usaha mereka. Tidak ada satu pihak manapun yang membantu dan mewujudkan kesuksesan itu kecuali mereka.

Namun di saat muncul ujian dan kesusahan, mereka mengatakan bahwa itu semua adalah karena Musa dan yang bersamanya. Musa memberikan mereka nasib sial. Maka bila ada Musa kesialan, kejelekan akan datang kepada mereka.

Padahal semua kesialan dan kemujuran itu adalah ketetapan Allah semata. Oleh karenanya, bagi seorang muslim ketika ia merasakan ujian ia tidak bersedih terlalu berlebihan, toh semua itu sudah diatur oleh Allah.

Begitu juga ketika seorang muslim merasakan keberhasilan. Ia tidak lantas merasa paling berjasa atas keberhasilannya, ia tetap rendah hati karena memang keberhasilan itu juga sudah ditetapkan oleh Allah.

Semoga kita semua terhindar dari sifat Fir’aun dan pengikutnya.

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Al A’raaf: 130-131)

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s