Pengkritik Sedekah = Munafik, Berhati-hatilah Sahabat.

Meski tak seberapa, ia tak layak dicela

Meski tak seberapa, ia tak layak dicela (sumber gambar)

Sahabatku, ada sebuah kisah yang harus kau dan aku perhatikan dengan seksama. Karena cerita ini mengingatkan kita agar tidak terlalu mudah mengkritik dan mencela orang-orang yang telah memberikan sedekah atau infaq.

Suatu ketika, sesaat setelah Rasulullah memberikan pelajaran tentang infaq, maka para sahabat bersegera untuk melaksanakannya. Ada dua orang yang memberikan sedekah dalam jumlah fantastis.

Yang pertama adalah Abdurrahman bin Auf dan yang kedua adalah ‘Ashim bin ‘Adi dari Bani ‘Ajlan.

Abdurrahman bin Auf mensedekahkan 4000 dirham. Bila 1 dirham adalah 3 gram perak, maka yang disedekahkan adalah 12 kg perak. Dan bila harga per gram perak adalah Rp 9500, maka total yang ia sedekahkan sebesar kurang lebih Rp 114.000.000. Sebuah harga yang fantastis.

Kedua adalah ‘Ashim bin ‘Adi, dia mensedekahkan 100 wasaq kurma, atau sekitar 13.000 kg kurma. Bila harga kurma adalah Rp 45.000 per kg-nya. Maka sedekah yang ia keluarkan adalah sebesar Rp 585.000.000. Subhaanallah.

Namun ceritanya masih berlanjut, setelah dua sedekah dengan jumlah fantastis ini kemudian ada orang yang berkata, “Ah, dua orang itu khan bersedekah demikian besar untuk pamer, agar orang tahu bahwa mereka itu adalah orang kaya yang dermawan.”

Kemudian ternyata tidak lama muncul seseorang yang bernama Abu ‘Aqil, dia hanya bisa membawa 1 sha’ kurma, atau sekitar 2 kg kurma untuk disedekahkan. Lagi-lagi ada yang bersuara, “Allah tidak butuh 2 sha’ dari Abu ‘Aqil.”

Maka Allah membalas suara-suara sumbang itu dengan sebuah ayat:

(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. (At-Taubah: 79)

Sahabatku, Allah memberikan sebutan mereka yang mencela orang yang bersedekah dengan sebutan munafik. Sungguh sebuah predikat yang amat buruk di dunia dan akhirat. Berhati-hatilah sahabatku, jangan sampai kau masuk di dalamnya.

Jangan kau menganggap orang yang berinfak dalam jumlah besar itu riya’. Sedangkan kau menghina dan merendahkan mereka yang bersedekah dalam jumlah kecil karena memang itulah kemampuannya.

Astaghfirullah (aku meminta ampun kepada Allah) apabila ada ucapan-ucapan yang tidak pantas. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat-sifat munafik.

Wallahu A’lam

One response to “Pengkritik Sedekah = Munafik, Berhati-hatilah Sahabat.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s