Cara Seth Godin Meneladani Muhammad saw

Seth Godin at MIT

Seth Godin meneladani cara Rasulullah berbisnis yakni dengan jujur

12 Rabiul Awwal, sudah lumrah dianggap orang sebagai waktunya untuk kembali mengingat sang pujaan hati, Muhammad saw. Acara-acara baik yang sudah turun temurun atau sengaja diadakan bermunculan dan dihadiri banyak orang.

Sahabatku ijinkan aku menceritakan kekagetanku. Aku sempat tertegun membaca sebuah buku tentang marketing. Buku ini berjudul If You’re Clueless about Selling and Want to Know More. Pengarangnya adalah seorang yang kuanggap sebagai cendekiawan marketing, Seth Godin.

Aku berpikir bahwa yang disebut marketing atau selling dalam buku ini berarti menawarkan barang atau jasa kepada calon customer. Dan biasanya dengan sedikit menambah-nambahkan agar muncul bumbu yang sedap alias berbohong diperbolehkan.

Tapi saran yang dia berikan berbeda. Seth Godin bilang,”Bila kita memang tidak yakin dengan kualitas produk yang kita tawarkan maka sebaiknya kita pindah ke produk lain yang memang benar-benar layak bagi pelanggan kita.”

Karena orang (kita)-lah yang menjual produk tersebut. Jadi kita mempertaruhkan reputasi kita untuk menawarkan barang tersebut Bila kita menawarkan barang yang jelek kepada orang lain, maka orang lain akan mengenal kita sebagai orang yang hanya memberikan barang yang jelek. Akibatnya kita akan membutuhkan waktu yang panjang untuk memulihkan nama baik kita.

Hal ini sudah dicontohkan Rasulullah dengan jujur dalam berusaha atau berdagang. Bila ia membawa dagangan yang tidak baik, ia katakan bahwa produk dagangannya tidak baik. Dan bila baik maka ia akan mengatakan bahwa barangnya adalah barang yang baik.

Kepercayaan dari pelanggan inilah yang membuat Rasulullah mudah dalam menawarkan barang. Menjadi orang yang dipercaya dan jujur membawa dua keuntungan, dijauhi oleh produsen jelek dan didekati oleh produsen baik.

Produsen barang yang jelek akan menjauhinya karena orang yang jujur akan mengatakan bahwa barangnya jelek. Sementara orang produsen barang yang baik akan mempercayainya karena orang akan percaya terhadap ucapannya tanpa harus basa-basi.

Beranikah kau mengatakan bahwa produkmu jelek, bila ia memang jelek. Bila kau belum berani, maka kau tidak akan pernah belajar. Kau tidak akan belajar bagaimana cara membuat produk yang baik. Kau tidak sedang membantu calon pelangganmu. Dan bila kau tidak membantu pelangganmu, sebenarnya kau hanya orang picik yang menginginkan keuntungan bagi dirimu sendiri.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)

Wallahu a’lam

@PKPU_SBY

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s