Pemimpin Seperti Inikah yang Membuatmu ‘Gregetan’?

inilah karakter pemimpin yang sering membuat anak buahnya 'gregetan'

inilah karakter pemimpin yang sering membuat anak buahnya ‘gregetan’

Ini adalah sebuah kisah perjalanan mendampingi sebuah program pemberdayaan. Mbak Lutfi, demikian kami memanggilnya, seorang perempuan tangguh yang saat ini bertugas sebagai Kepala Bidang Pendayagunaan PKPU Surabaya berkunjung ke Banyuwangi.

Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang Banyuwangi adalah tujuannya di 5 Januari  2013 lalu. Ia mengunjungi kelompok ibu-ibu yang kami bina untuk memulai usaha produksi kerupuk ikan di sana. Program pemberdayaan ini adalah hasil dari kerjasama kami dengan PT. Pertamina.

Pelajaran yang berharga disampaikan Mbak Lutfi dalam perjalanannya adalah pentingnya pemimpin.

Kami memulai program ini sejak bulan November 2012. Saat itu kami sedang mempersiapkan dan merencanakan latihan agar para ibu bisa membuat resep krupuk yang enak.

Saat itu kami belum terpikirkan siapakah yang paling cocok menjadi ketua kelompok. Asalkan para ibu bisa segera beraktivitas dan segera menemukan resep yang pas, itu sudah cukup bagi kami dan juga bagi mereka.

Jadilah saat itu ketua kelompok adalah seorang kerabat dari perangkat desa setempat. Sungkan dan penghormatan adalah alasan awal kami menetapkan beliau. Kami berharap bahwa wibawa dan ketegasan akan kami dapatkan dari beliau.

Dua bulan sudah berlalu, Mbak Lutfi datang kembali ke desa Ketapang. Bersama berembug, “Apa kira-kira masalah yang muncul dan harus segera dicarikan solusi?” itulah masalah yang ingin kami ketahui dan kami dapatkan solusinya.

Jawabannya ternyata adalah pemimpin. Beliau yang kami sodori jadi pemimpin nyatanya tidak terlalu gigih dan semangat dalam memulai program ini. Padahal kami sadar semangat yang tinggi inilah yang dibutuhkan di awal-awal sebuah bisnis. Bila semangat itu tidak ada, bagaimana mungkin bisnis bisa berjalan?

Ada anggota kelompok yang memiliki semangat dan visi besar tidak bisa bergerak sendiri. Ia harus menunggu persetujuan dari pemimpin. Sementara pemimpin yang ada tidak bersemangat, tidak antusias, dan kurang inisiatif.

Maka kami beserta para anggota kelompok bersepakat untuk memilih ketua kelompok baru yang memiliki visi dan semangat yang tinggi.

Teringat sebuah acara TV, “Mata Najwa” yang menanyakan kepada Dahlan Iskan, dan Jusuf Kalla, kenapa mereka begitu ‘gregetan’. Jawabannya ialah mereka yakin bahwa bangsa ini bisa berubah jauh lebih baik. Namun pemimpinnya seakan-akan hanya diam, lambat, dan tak menyambutnya. Jadilah mereka ‘gregetan’. Mereka yakin bila mereka diberi kesempatan memimpin, mereka akan bisa berbuat lebih baik.

Nyatanya kualitas, semangat dan inisiatif pemimpin itu berpengaruh. Pernahkah kalian mengalami hal yang sama sahabat?

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s