Bagaimana Cara Menjadi Pendengar yang Baik?

Mendengar dengan hati

Mendengar dengan hati

Kita sudah tahu bersama dari postingan sebelumnya bahwa kunci membuat sebuah komunikasi yang baik dengan remaja kita adalah dengan mendengarkan cerita mereka. Tapi sudahkah kau tahu bagaimana menjadi pendengar yang baik?

Caranya sebenarnya mudah, tapi yang mudah dalam teori memang tidak selamanya mudah dalam pelaksanaan. Tapi minimal teorinya mudah, bila teorinya saja susah apalagi prakteknya.

Yang harus kau lakukan agar kau bisa menjadi pendengar yang baik adalah dengan menirukan apa yang disampaikan oleh lawan bicaramu, dalam hal ini adalah anak remajamu?

Hal ini sudah dikemukakan oleh seorang psikolog, Carl Rogers. Ia membantu pasiennya dengan cara menirukan apa pun yang disampaikan oleh pasiennya. Rasanya aneh memang diawalnya, tapi ternyata dengan metode ini, pasiennya bisa berbicara lebih terbuka dan merasa terbantu.

Untuk berbicara dengan remaja memang tidak harus menirukan persis seperti apa yang mereka katakan sich. Dan ini bukan di masalah tekniknya, tapi juga menghadirkan posisi orang tua mencoba memahami apa yang dirasakan oleh anaknya.

Contoh sebuah diskusi antara Siti dan Ibunya.

“Bagaimana pengajiannya?”

“Membosankan. Sangat, sangat membosankan”

“Membosankan ya?”

“Iya Bu, masa ustadzahnya hanya membaca slide saja, kayak kita ini sedang belajar di SD dan diminta menyalin di buku. Teman-temanku saja sudah ngantuk padahal baru lima menit.”

“Heemmm, memang kayaknya membosankan kalo kejadiannya seperti itu. Tapi ada ustadzah yang tidak seperti itu?”

“Ada sih Bu, cuma masalahnya, beliau ngisi satu bulan sekali. Sisanya, ustadzah yang membosankan itu. Semoga saja panitia pengajiannya sadar kalau ustadzah ini membosankan, tidak menarik.”

Tidak ada yang rumit sebenarnya, mereka cukup menirukan dan merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya tanpa terlebih dulu menghakimi apakah yang dirasakan oleh anaknya sesuatu yang buruk atau tidak. Bagaimana menurutmu sahabat?

Wallahu a’lam

Inspirasi dari: : I’d Listen to My Parents if They Just Shut Up karya Anthony E. Wolf, Ph. D.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s