Qarun Harusnya Menjadi Tukang Parkir

Memiliki banyak harta juga harus latihan jadi tukang parkir

Memiliki banyak harta juga harus latihan jadi tukang parkir

Ia adalah Qarun bin Yashar bin Qahith, anak dari pamannya Nabi Musa as. Ia adalah seorang milyuner bahkan trilyuner di masanya.

Allah menggambarkan kekayaannya yang bagi sebagian besar kita adalah sebuah kekayaan yang teramat besar. Qarun memiliki harta yang disimpan dalam gudang-gudang.

Tiap gudang penyimpanan harta memiliki satu kunci. Kunci-kunci ini disimpan dalam sebuah kantung yang terbuat dari kulit. Berapa banyak kantung yang ia gunakan untuk menyimpan kunci?

Sebuah riwayat dari Al-A’mash menyatakan bahwa kantung-kantung kuncinya akan senantiasa dibawa ke manapun dia pergi. Dan yang membawa kantungnya adalah adalah tidak kurang dari 60 ekor keledai.

Maka kau bisa memperkirakan sendiri berapa besar harta yang ia miliki? Jumlah yang mungkin bagi kita tidak terkira. Tapi apakah yang terjadi dengan perilakunya di saat memiliki harta tersebut.

Ia menjadi berbangga, sombong dengan memiliki harta tersebut. Sehingga beberapa orang yang lurus di antara kaumnya kemudian mengingatkannya agar ia tidak berbangga hati dengan harta yang ia miliki.

Tahukah kau makna kisah di atas sahabat?

Kelebihan harta atau kelebihan lain sebenarnya bukanlah milik manusia. Ia adalah milik Allah. Allah lah yang memberikan semuanya itu. Maka sebenarnya yang paling kaya adalah Allah.

Manusia hanya diberikan sebagian saja dari kekayaan Allah. Maka tidak pantas bagi seorang manusia untuk merasa bangga, besar kepala karena mendapatkan kelebihan dari Allah.

Jadi teringat sebuah kisah tukang parkir yang sering diceritakan oleh Aa Gym. Tukang parkir tidak merasa bangga, sombong, dan congkak saat banyak mobil mewah datang. Pun ketika pergi, ia tidak bersedih, khawatir dan kecewa. Karena memang mobil-mobil itu dari awal memang bukan miliknya.

Bagaimana dengan dirimu sahabat? Ingin mendapatkan harta sebanyak Qarun boleh-boleh saja. Tapi kau juga harus berpikir sebagaimana tukang parkir. “Tidak sombong ketika banyak memilikinya, dan tidak sedih ketika kehilangannya, karena memang itu bukan milikmu”.

Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS. Al Qashash: 76)

Wallahu A’lam

Sumber gambar: flickr.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s