Teknisi tidak Mengembangkan Bisnis, tapi Mematikannya

Bisnis yang dikelola oleh seorang teknisi masih dalam fase bayi

Bisnis yang dikelola oleh seorang teknisi masih dalam fase bayi

Sebagaimana sebuah pohon, bisnis juga mengalami pertumbuhan. Fasenya juga sama, mulai dari bayi, remaja dan dewasa. Nah, bisnis di fase bayi ini, kekuasaan sepenuhnya dipegang oleh kepribadian teknisi.

Ciri-cirinya yang paling tegas adalah pemberian namanya. Biasanya nama bisnis diikuti nama pemiliknya. Seperti “Warung Bu Ijah, Bakso Pak Gundul, Penyet Cak Shobleh”. Bisnis dan pemiliknya adalah satu.

Bila pemiliknya tidak berada di sana, maka bisnisnya tidak berjalan.

Dan sebagaimana sebuah kepribadian teknisi, yang dipentingkan adalah bekerja. Maka pemilik bisnis ini akan bekerja mati-matian untuk menghidupkan bisnisnya.

Tidak ada yang salah memang. Karena dengan bekerja keras, kepentingan “Teknisi” akan terpenuhi yakni bekerja tanpa atasan, bekerja untuk diri sendiri. Dan ia akan sangat bergembira dengan kondisi ini.

Usahanya akan berkembang. Pelanggan akan semakin banyak. Banyak orang yang akan mengingat namanya bersama dengan bisnisnya. Hingga suatu saat, semua ini stagnan dan bahkan menurun.

Semakin banyak pelanggan, dengan hanya dia seorang diri, maka kemudian secepat apapun pelayanan yang ia berikan, tetap ada orang yang tidak terlayani dengan baik.

Semakin banyak pesanan, dengan hanya dia seorang diri, maka kemudian berseliweran pesanan. Ada kekeliruan, ada salah kirim, ada komplain.

Tapi saat seorang “Teknisi” menghadapi permasalahan ini jawabannya cuma satu yakni bekerja lebih keras. Bila ia biasanya buka mulai jam 7 dan tutup jam 5 sore, kini ia buka hingga jam 8 malam.

Namun masalah-masalah ini juga tidak tetap tidak terselesaikan. Maka ia menambah hingga jam 10 malam. Bahkan hingga jam 12 malam atau bahkan di hari libur. Dan masalahnya belum juga terpecahkan.

Tenaganya habis, fisiknya drop, pusing dan bingung hingga stres melanda. Dan lambat laun akhirnya tinggal menunggu siapakah yang lebih dahulu keluar dari hidup ini, dirinya atau bisnisnya?

Wallahu A’lam

Sumber artikel: The E-Myth Revisited, Why Most Small Business Don’t Work and What to Do About It

Karangan: Michael E Gerber

Sumber gambar: http://www.flickr.com

Donasi Love Palestina BSM (700.116.6268), BCA (Rek. Kemanusiaan) 513.005.6018

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s