Sudah Diblokade, Serangan Tak Kunjung Berhenti (Serial Palestina – Israel)

Jalur GazaMungkin kau belum tahu, beberapa kali Israel melakukan serangan militer terhadap Jalur Gaza sejak Israel memberlakukan kebijakan disengagement pada bulan Agustus-September 2005. Selama 3 hari pada 24 – 26 September 2005 (setelah disengagement), Israel melancarkan pengeboman udara terhadap Jalur Gaza.

Belum sampai setahun kemudian, pada 28 Juni – 30 Juli 2006, Israel melakukan operasi militer dengan nama “Operation Summer Rains” dengan alasan karena Hamas menangkap tentara Israel, Kopral Gilad Shalit.

Sejak operasi ini, Israel sebenarnya sudah melakukan pengepungan terhadap Jalur Gaza. Operasi militer kembali dilancarkan pada 1 – 7 November 2006 yang diberi nama “Operation Autumn Clouds.” Kemudian yang terakhir, “Operation Cast Lead” di mana Israel menyerang Jalur Gaza selama 22 hari pada 27 Desember 2008 – 18 Januari 2009.

Serangan-serangan militer Israel tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar dari pihak Jalur Gaza. Tidak hanya itu, infrastruktur Jalur Gaza juga hancur; rumah-rumah penduduk, jalan-jalan, sekolah, rumah sakit, masjid, lahan pertanian, dan fasilitas umum lainnya.

Kehidupan penduduk Jalur Gaza yang berat memaksa mereka untuk bergantung pada aktivitas penyelundupan melalui terowongan bawah tanah. Terowongan-terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir tersebut sudah beroperasi sejak ditetapkannya perbatasan Jalur Gaza-Mesir pada tahun 1982.

Barang-barang yang diselundupkan antara lain makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya. Bank Dunia memperkirakan bahwa 80% impor ke Jalur Gaza berakhir dari terowongan-terowongan itu.

Rakyat Jalur Gaza menderita. Mulai dari pengangguran sebanyak 30% di tahun 2007 dan meningkat menjadi 40% di tahun 2008. Sebanyak 61% rakyat Jalur Gaza kekurangan makanan, perekonomian lemah karena industri kekurangan pasokan bahan bakar dan dilarangnya aktivitas ekspor.

Kemiskinan mencapai 80%, tingkat kematian tinggi karena kekurangan pasokan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, hingga ketidakmampuan rakyat Jalur Gaza membangun kembali infrastruktur yang hancur karena kekurangan bahan baku bangunan. Blokade ini seperti menjadi “collective punishment” bagi rakyat Jalur Gaza. Bahkan kondisi Jalur Gaza akibat blokade itu adalah yang paling buruk sejak Israel menduduki wilayah tersebut tahun 1967.

Donasi Love Palestina BSM (700.116.6268), BCA (Rek. Kemanusiaan) 513.005.6018

Kontributor:

Asih Juwariyah S. Hub. Int.

kanshaforlife.wordpress.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s