Mavi Marmara dan Blokade Tak Manusiawi (serial Palestina – Israel)

31 Mei 2010, Angkatan Laut Israel menyerang kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki di perairan internasional, 65 km dari pesisir Jalur Gaza. Israel beralasan untuk mempertahankan diri sekalipun itu terjadi di luar teritorinya. 19 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka karena serangan tersebut.

Kapal Mavi Marmara adalah bagian dari misi kemanusiaan Freedom Flotilla (armada kebebasan) bersama dengan 5 kapal lainnya, diikuti oleh aktivis kemanusiaan yang berjumlah 700 orang dari 50 negara. Konvoi yang dipelopori oleh gerakan pro-Palestina, Free Gaza Movement tersebut ingin mengantarkan barang bantuan sebanyak 10.000 ton kepada rakyat Jalur Gaza.

Peristiwa penyerangan tersebut tidak hanya menunjukkan bahwa konflik Israel-Palestina belum berakhir, tapi juga menyadarkan masyarakat internasional bahwa Israel telah melakukan blokade terhadap Jalur Gaza selama lebih dari 3 tahun.

Blokade terhadap Jalur Gaza dilakukan pasca pecahnya pemerintahan Palestina ke dalam dua otoritas, yaitu Tepi Barat yang dikuasai Fatah dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Kemenangan Hamas dalam pemilu legislatif Palestina pada awal tahun 2006 menjadi faktor utama mengapa Hamas dan Fatah terlibat dalam konflik.

Konflik semakin diperparah dengan campur tangan Israel yang tidak menginginkan Hamas menang. Puncaknya, pada 14 Juni 2007 Hamas menguasai Jalur Gaza setelah konflik senjata dengan Fatah. Hamas memutuskan untuk tetap mempertahankan pemerintahannya di Jalur Gaza, sedangkan Fatah membentuk pemerintahan di Tepi Barat.

Sebelum memberlakukan blokade penuh, Hamas dan Jalur Gaza sudah diisolasi dalam bidang politik dan ekonomi. Pasca kemenangannya, pemerintahan Hamas yang dipimpin Ismail Haniya sebagai Perdana Menteri mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Beberapa negara seperti Mesir, Yordania, Uni Eropa, dan Amerika Serikat melakukan pemboikotan politik terhadap pemerintahan Haniya.

Israel juga seringkali melakukan serangan-serangan yang berujung pada penahanan orang-orang dalam pemerintahan Haniya. Tidak hanya itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa bahkan membekukan bantuan untuk warga Palestina.

Blokade penuh mulai diberlakukan sejak Hamas menguasai Jalur Gaza. Blokade tersebut dilakukan Israel dengan tujuan untuk mengisolasi Hamas dan menekan mereka agar menghentikan serangan roket atas wilayah Israel.

Israel mengawasi setiap pintu perbatasan Jalur Gaza dan membatasi barang-barang yang diimpor ke atau diekspor dari Jalur Gaza. Tidak ada yang boleh masuk atau meninggalkan Jalur Gaza tanpa seijin tentara Israel, padahal rakyat Jalur Gaza sangat bergantung terhadap bantuan dari luar.

Israel membatasi barang-barang kebutuhan pokok rakyat Jalur Gaza seperti bahan makanan, bahan bakar, gas, perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah, dan obat-obatan. Masalahnya tidak hanya pada pembatasan, tapi juga pada ketiadaan ketentuan mengenai barang-barang apa saja yang dibolehkan dan dibatasi. Semuanya serba tidak terduga dan berubah-ubah.

Donasi Love Palestina BSM (700.116.6268), BCA (Rek. Kemanusiaan) 513.005.6018

Kontributor:

Asih Juwariyah S. Hub. Int.

kanshaforlife.wordpress.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s