Sudah Tepatkah Infaq dan Sedekahmu?

Mereka tidak mengulurkan tangan untuk meminta

Mereka tidak mengulurkan tangan untuk meminta

Suatu ketika, salah seorang sahabat Rasul, Abu Sa’id datang menemui Rasulullah. Ia diminta ibunya untuk datang menemui Beliau. Pesan ibunya ialah agar dia meminta bantuan kepada Rasulullah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ia pun duduk di hadapan Rasulullah. Belum sempat ia mengucapkan permintaannya, Rasulullah sudah bersabda, “Barang siapa merasa kaya dengan pemberian Allah, maka Allah akan membuatnya kaya. Dan barangsiapa yang menjaga diri dari meminta-minta, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. dan barang siapa merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya. Dan barang siapa meminta sementara dia memiliki meskipun sedikit maka ia telah meminta-minta.”

Sang sahabat ini pun mengurungkan niatnya. Karena ia merasa bahwa ia masih memiliki satu ekor unta untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sahabatku, sesungguhnya inilah yang sebenarnya kita butuhkan saat ini. Menjaga diri dari meminta-minta. Dan orang-orang yang membutuhkan namun masih menjaga diri inilah yang lebih layak kita bantu.

Orang yang tidak tahu melihatnya sebagai orang yang berkecukupan. Padahal sebenarnya tidak. Ia membutuhkan sebagaimana orang lain yang kekurangan membutuhkan bantuan. Namun ia tidak sedikit-sedikit meminta bantuan. Ia menjaga kehormatan dirinya.

Maka orang seperti inilah yang lebih layak untuk dibantu. Dan akan senantiasa menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami, lembaga amil zakat untuk mendapatkan informasi mengenai orang-orang seperti ini.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukannya orang miskin itu orang yang berkeliling mendatangi orang banyak -keluar masuk dari rumah ke rumah, dari pintu ke pintu- lalu ditolak ketika meminta sebiji atau dua biji kurma atau ketika meminta sesuap atau dua suap makanan, tetapi orang miskin yang sebenarnya ialah orang yang tidak mempunyai kekayaan untuk mencukupi kebutuhannya, tidak pula diketahui kemiskinannya, sebab andaikata diketahui tentu ia akan diberi sedekah bahkan tidak pula ia suka berdiri lalu meminta-minta sesuatu kepada orang-orang.” (Muttafaq ‘alaih)

“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.” (Al Baqarah: 273)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s