Akankah Serangan 2008 Terulang?

Noam Chomsky

Mengingatkan dirimu sahabat tentang sebuah serbuan Israel di tahun 2008. Saat itu Juni, Hamas dan Israel sepakat untuk mengadakan gencatan senjata.

Seketika itu pula tidak ada sama sekali roket yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah Israel. Dan pernjanjiannya adalah bila kemudian Hamas tidak menyerang, Israel harus membuka blokadenya. Tapi nyatanya malah meski Hamas tidak menyerang, blokade tetap tidak dibuka.

Lebih parahnya lagi, di bulan November 2008 ketika masa-masa pemilihan presiden Amerika Serikat, militer Israel tiba-tiba menyerang Gaza dan membunuh militan Hamas. Dan jelas saja setelah itu diikuti dengan saling balas meluncurkan roket.

Dan seperti biasa, jumlah korban yang terbesar adalah dari Palestina. Hal ini berlanjut hingga pertengahan Desember. Hamas saat itu meminta gencatan senjata, tapi malah ditolak oleh Israel. Dan mereka malah melancarkan serangan militer besar-besaran pada 27 Desember 2008.

Saat itu ada beberapa orang dokter dari Norwegia yang membantu di rumah sakit di Gaza. Mereka menyebut serangan Israel sebagai infanticide. Pasukan Israel membunuh anak-anak kecil dalam jumlah besar. Mereka juga menyerang ambuln. Para dokter itu memperkirakan Israel telah membunuh 1500 orang.

Saat itu ada usaha dari DK PBB agar terjadi gencatan senjata. Tapi sebagaimana biasa, Amerika mencegah resolusi itu. Penyerangan itu semuanya telah direncanakan dengan seksama. Serangannya berakhir tepat sebelum pengangkatan Obama menjadi presiden.

Hal itu dikarenakan agar Obama tidak berkata-kata sesuatu yang sensitif tentang penyerangan itu. Sehingga penyerangan dimulai sebelum pemilihan dan berakhir sebelum pengangkatan.

Ketika ditanya tentang penyerangan itu, Obama yang saat itu belum menjadi presiden bisa mengatakan, saya bukan presidennya, saya tidak bisa berkomentar tentang hal itu.

Dan ketika hal tersebut ditanyakan setelah Obama resmi diangkat sebagai presiden AS, ia menjawab  bahwa sebaiknya kita tidak melihat ke belakang tapi melihat ke depan.

Dan tentu saja tidak ada hukuman bagi mereka yang telah melakukan kekejaman militer di Palestina. Penyerangan yang tanpa alasan ke arah penduduk yang tidak berdaya. Kata Israel adalah untuk melindungi warganya dari serangan misil atau roket. Tapi bukankah bagi mereka cukup mudah untuk kembali melakukan gencantan senjata?

hasil dari sebuah petikan wawancara dengan Noam Chomsky

Donasi Love Palestina

BSM (700.116.6268)

BCA (Rek. Kemanusiaan) 513.005.6018

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s