Ia Lebih Bergembira

Betapa gembiranya menemukan barang hilang……

Sahabatku, ketika engkau hendak bepergian pasti ada bekal yang kau bawa. Kendaraan juga pasti kau siapkan agar tidak mengalami masalah di tengah jalan. Tidak lama, engkau pun siap, kendaraan tersedia tanpa ada masalah. Perbekalan? Semua sudah ada di tas ransel yang kau bawa.

Maka kau pun memulai perjalanan. Hingga di tengah perjalanan, sampailah dirimu di suatu daerah yang tidak kau kenal. Engkau beristirahat. Ingin melepas lelah sejenak. Kau tinggalkan kendaraan dan bekalmu tak terjaga.

Setelah kau rasa badan telah segar dan ingin melanjutkan perjalanan, kau menoleh ke arah kendaraan. “Mana kendaraanku? Mana bekalku?” Kau kaget, semua persiapan, kendaraan dan bekalmu telah hilang. Entah ke mana kendaraan itu telah melaju.

Engkau bersedih, daerah ini adalah daerah yang belum kau jumpai sebelumnya. Tak satu orang pun singgah. Jalanan sepi. Kau menangis dan mengadu kepada-Nya. Hingga engkaupun merasa lelah dan tertidur di bawah sebuah pohon.

Ketika terbangun ternyata kau tidak bermimpi, ia berada di sana. Kendaraan dan bekalmu, semuanya ada di sana. Tidak ada yang kurang. Engkau pun bersyukur dan bergembira-segembiranya.

Tapi tahukah sahabat, kegembiraanmu masih belum seberapa. Ada yang bergembira melebihi dirimu. Itulah Dzat Yang Maha Agung. Ia bergembira melebihi gembiramu saat hamba-Nya bertaubat dan kembali pada-Nya.

Masa lalu adalah masa lalu. Ia tidak akan pernah kembali. Segeralah bertaubat atas kesalahanmu. Karena sesungguhnya tidak hanya dirimu yang bahagia ketika kau bertaubat. Tuhanmu, Allah swt juga berbahagia. Melebihi bahagianya dirimu yang mendapatkan kembali kendaraan dan bekalmu setelah kau sangka hilang untuk selamanya.

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Sesungguhnya Allah itu lebih gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya daripada gembiranya seorang darimu yang sedang di atas untanya dan berada di suatu tanah yang luas, kemudian unta itu hilang dari dirinya, sedangkan di situ ada makanan dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon terus tidur berbaring di bawah naungannya, hatinya sudah berputus-asa sama sekali dari kendaraannya tersebut. Tiba-tiba di saat terbangun, kendaraannya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil talinya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata: “Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu”. Ia menjadi salah ucapannya karena amat gembiranya.”

Sahabatku, sesungguhnya Allah bergembira atas taubatmu, maka bersegeralah kembali kepada-Nya.

Wallahu A’lam

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s