Orang Tua juga masih Punya Baby Self

Di sekolah bisa rapi dan tertib. Di rumah???

Sahabatku, bila kau memiliki anak remaja, kau pasti heran dengan tingkah laku mereka. Mereka tidak ingin lagi dianggap sebagai seorang anak kecil. Mereka ingin diperlakukan sebagai seorang yang dewasa. Namun tingkah laku mereka memperlihatkan bahwa mereka masih anak kecil.

Ada baiknya sebelum marah-marah dan memberikan nasehat, kau harus mengevaluasi diri sendiri terlebih dahulu. Kau sendiri pun sebenarnya memiliki jiwa yang tidak dewasa alias baby self. Jiwa yang ingin dilayani, ingin segala kebutuhannya dipenuhi.

Tidak percaya. Bila kau hanya berdua dengan pasangan, suami atau istrimu, entah itu situasi ketika membersihkan rumah, memasak, makan dan lain sebagainya, pasti pernah kau meminta dilayani. Benar khan? Padahal sebenarnya melaksanakan tugas tersebut sendiri sebenarnya bisa. Kau menyebutnya sebagai manja.

Dan kalau kau mau jujur, perilaku remaja yang ingin segala kebutuhannya dipenuhi, atau baby self mereka yang muncul, bukankah itu juga salah satu bentuk kemanjaan yang mereka miliki. Artinya baik posisinya sebagai orang tua, remaja atau anak-anak, ada baby self dalam diri masing-masing.

Baby self ini hanya muncul di saat situasinya mendukung kemunculan baby self. Situasi apa itu? Rasa cinta dan yakin bahwa saat baby self keluar, mereka tetap merasa aman. Seorang suami akan bermanja-manja dengan istri tanpa diketahui oleh anak-anak mereka karena ia akan merasa aman dengan baby self-nya. Begitu juga sebaliknya.

Seorang anak, di lingkungan manakah baby self-nya akan mungkin keluar? Normalnya ketika ia berada di dekat orang tuanya. Jadi sangat wajar bila mereka menjadi malas dan ingin semuanya dilayani ketika berada di dekat orang tuanya.

Tentu akan lebih bermasalah bila mereka merasa nyaman dengan baby self-nya selain dengan orang tuanya. Untuk itu kau masih harus bersyukur bila anak remajamu masih sulit diatur ketika di rumah. Karena itu artinya mereka masih merasa nyaman berada di dekat orang tuanya.

Dengan semua rasa nyaman berada di dekat orang tua, bukan berarti mendidik mereka bertanggung jawab menjadi hilang. Mendidik mereka untuk mandiri dalam menjalani kehidupan tetap berada di pundakmu. Tapi sadarilah, dengan segala kelakuan mereka yang “brutal”, mereka tetap mencintaimu. Mereka merasa aman berada di sampingmu.

Wallahu A’lam

Sumber artikel: I’D LISTEN TO MY PARENTS IF THEY’D JUST SHUT UP, What to Say and Not Say When Parenting Teens

Karangan: ANTHONY E. WOLF, Ph.D.

Sumber gambar: http://www.flickr.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s