Mengapa Korupsi Meningkat?

“Ah saya tidak megambil uang, cuma pulsa saja kok, itu juga cuma 500 rupiah, tapi dari 100.000 pelanggan?”

Dalam sebuah percobaan tentang curang, hasil curang mereka dirupakan dalam bentuk koin. Dan koin tersebut bisa ditukar dengan uang. Apa efeknya hal ini terhadap kecurangan yang mereka lakukan?

Ternyata dengan hasil berupa koin tersebut, kecenderungan curang meningkat jauh lebih besar dibandingkan dengan hasilnya berupa uang langsung.

Dalam kesempatan lain tim peneliti mengadakan survey langsung kepada pemain golf. Dari berbagai macam cara untuk memindahkan bola golf, manakah yang lebih mereka sukai. Tiga cara tersebut adalah, dengan tongkat golf, dengan kaki atau dengan tangan?

Hasilnya? Ternyata sebagian besar pemain golf lebih suka memindahkan bola dengan tongkat golf dibandingkan dengan tangan langsung.

Apa makna dari percobaan ini?

Maknanya adalah bahwa kita akan lebih mudah untuk melakukan kecurangan apabila tidak langsung bersentuhan dengan uang sebagai hasilnya. Dan hal ini bisa kita lihat dalam berbagai aksi. Kita akan lebih merasa tidak bersalah bila mengambil barang di kantor dibandingkan bila kita harus mengambil uang di kantor.

Semakin tidak bersentuhan langsung dengan uang sebagai hasil kecurangan semakin bisa pula kita merasionalisasikan diri kita tidak melakukan kecurangan. “Ah ini saya khan cuma mengambil barang yang tidak lagi dibutuhkan oleh kantor. Toh tidak ada yang membutuhkan hal ini.” Alasan kita.

“Ah yang saya ambil khan bukan uangnya, tapi cuma rangka besi yang berlebihan dan tidak digunakan dalam proyek. Yang saya ambil khan cuma, mobil produksi yang tidak lagi digunakan, jumlahnya berlebihan”. Akan lebih banyak lagi dijumpai alasan seperti ini.

Apalagi sekarang bila uang tidak lagi lumrah dijumpai, yang ada adalah pulsa telepon, saldo tabungan dll. Bukan uang dalam bentuk nyata. Maka bila dilihat dari hasil percobaan di atas berarti akan makin meningkatkan kejadian kecurangan.

Semoga Allah menjaga kita agar tetap menjadi orang yang jujur dalam segala aktivitas kehidupan kita.

Wallahu A’lam

Sumber artikel : www.business.time.com

Sumber gambar: www.flickr.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s