Makin Menguntungkan, Makin Orang Ogah Curang?

Apa judul di atas tidak salah? Bukankah semakin besar keuntungannya malah makin membuat orang berlomba untuk berbuat curang? Percaya atau tidak, nyatanya semakin besar keuntungan, malah menyurutkan orang untuk berbuat curang.

Hal ini sudah diujicobakan dalam sebuah percobaan. Dengan menghubungkan tingginya keuntungan yang didapatkan dengan curang, ternyata membuat orang lebih enggan curang.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Sebagian besar manusia bisa berbuat curang sebenarnya karena ia bisa merasionalisasikan kecurangan sebagai perbuatan baik. Misal orang yang sedang membutuhkan biaya pengobatan untuk sakit anaknya akan lebih tidak bersalah untuk berbuat curang (misal, mencuri) daripada yang tidak punya alasan yang kuat.

Dan karena itu pulalah, ketika keuntungan yang didapatkan sudah terlalu besar, ia tidak bisa lagi merasionalisasikan bahwa perbuatannya akan memberikan manfaat. Jauh di dalam lubuk hatinya ia sadar dan yakin bahwa perbuatannya pasti akan membawa akibat yang buruk.

Bagaimana dengan kejadian korupsi yang ada di Indonesia?

Dengan temuan dari percobaan tadi, bagaimana kita bisa menghubungkan dengan kondisi korupsi di Indonesia? Karena sepertinya semakin besar hasil korupsi kok malah banyak yang korupsi?

Sebenarnya tidak juga. Kita tahu bahwa yang korupsi dalam jumlah besar itu tidak banyak. Yang menikmati hasil korupsi dalam jumlah milyaran atau trilyunan hanya sedikit. Bandingkan dengan yang menikmati dalam jumlah ratusan ribu atau jutaan, pasti jauh lebih banyak.

Karena memang untuk bisa menikmati hasil korupsi yang jumlahnya milyaran dan trilyunan, berarti dia adalah orang yang pandai membuat alasan. Dalam hati dia harus bisa membuat alasan agar perbuataannya tidak membuat dia merasa bersalah.

Bisa jadi dia beralasan bahwa partainya adalah partai yang membawa kebaikan. Dan karena untuk melakukan kebaikan partai membutuhkan biaya yang besar, bila ia korupsi untuk kebaikan partai dan partainya khan memberikan kebaikan bagi negara. Berarti ia berbuat kebaikan bagi negaranya. Mungkin demikianlah alasan banyak orang korupsi.

Apapun alasannya, berbuat curang seperti korupsi tidak bisa dibenarkan. Namun berbuat curang dalam jumlah kecil juga harus kita sadari bahwa hal tersebut juga berbahaya. Semakin orang terbiasa merasionalisasikan kecurangan dianggap sebagai sebuah kebenaran lambat laut ia akan terbiasa berbuat curang meski kemudian merugikan banyak orang lain.

Wallahu A’lam

Sumber artikel: www.business.time.com

Sumber gamba: http://www.flickr.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s