Mengapa Anakku Tidak Mencintaiku Lagi?

“Iya, dulu ia mencintaiku ketika usianya masih 10 tahun. Tapi begitu ia menginjak usia 14 – 15 tahun ia tidak lagi seperti dulu. Ia sekarang menghindar dariku, Ibunya sendiri. Ia juga kadang tidak senang ketika Ayahnya atau aku datang ke sekolahnya. Apakah ia tidak lagi mencintaiku?”

Ini mungkin sebuah curhat yang sering dikeluhkan para orang tua yang memiliki anak remaja. Anak-anak mereka tiba-tiba saja berubah. Mereka tidak lagi seperti dulu. Ia tidak senang dipeluk, dicium dan berada bersama orang tuanya. Bahkan untuk ngobrol saja tidak bisa. Yang sering muncul bahkan bawel, cerewet, kata kasar dan lain sebagainya.

Doktor Wolf dalam bukunya mengatakan bahwa ini adalah sesuatu hal yang wajar bagi seorang remaja. Mereka sedang mengalami perubahan hormon menjadi dewasa. Dan hormon ini juga mengalami tingkah laku, pikiran dan perasaan mereka.

Dalam pikiran mereka (para remaja) saat ini yang menjadi penting adalah menjadi orang yang dewasa, mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Dengan kata lain bukan berarti bahwa mereka tidak mencintai orang tuanya lagi. Mereka tetap cinta.

Namun ketika mereka bertemu atau bersama orang tuanya lagi mereka merasa bahwa diri mereka akan selalu menjadi anak-anak. Padahal mereka ingin dianggap sebagai seorang yang mandiri dan bisa melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain.

Bila orang tua gelisah ketika anak remajanya tiba-tiba tidak mencintainya, ketahuilah itu adalah sebuah proses hormonal yang wajar. Dan proses itu akan dilalui oleh semua manusia. Masa remaja itulah yang harus dijalani. Tidak lama kok.

Jadi mereka tetap mencintai ayah dan ibunya. Hanya saja ketika terlihat oleh orang lain mereka bersama orang tuanya, pikiran mereka mengatakan bahwa orang akan menganggapnya anak-anak. Dan ini sangat jelas tidak bagus bagi mereka yang ingin menjadi dewasa.

Bagi remaja laki-laki mereka ingin dianggap mandiri dengan menghilang dan tidak berada di antara orang tuanya. Jadi jangan kaget bila remaja laki-laki di rumahmu tiba-tiba saja menghilang tiap kali ayah atau ibunya datang.

Berbeda dengan perempuan. Mereka ingin dianggap sebagai seseorang yang mandiri dengan banyak membantah. Mereka akan mengeluarkan banyak kata-kata agar mereka dianggap sebagai orang yang dewasa.

Cara terbaik menghadapi mereka adalah dengan tidak terlalu mengmbil hati atas sikap mereka. Ketika mereka melewati masa remaja ini dan sampai menjadi seorang yang dewasa muda (young adult) mereka akan kembali menunjukkan rasa hormat dan cintanya kepada kamu, orang tuanya.

Sumber: I’d Listen to My Parents if They ‘d Just Shut Up, Karya Anthony E. Wolf, Ph D.

Sumber Gambar: http://www.flickr.com

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s