Anak Bawel, Jangan Panik

Indahnya bila ibu dan anak akur

“Nak, ambilkan gelas itu Nak?” Si Ibu memanggil.

“Bu, aku sibuk nich” Jawab sang Anak

“Ayolah Nak, tolong diambilkan ya? Ibu tidak bisa mengambil, ini sedang masak”. Teriak Si Ibu.

“Huh, Ibu ini, tidak tahu apa kalo anaknya sedang belajar?” Si Anak menjawab sewot.

Si ibu begitu tahu jawaban seperti itu, “Kamu ini dimintai tolong begitu saja kok malah sewot? Memangnya buat siapa Ibu memasak? Buat kamu juga khan?”

Sebuah percakapan yang mungkin saat ini menjadi sangat wajar. Dan hal ini bisa jadi tidak hanya terjadi antara ibu dan anak, ayah dan anak pun bisa ramai. Dan bisa dibayangkan betapa banyak kekacauan dalam rumah tangga tiap hari.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Kenapa remaja sekarang banyak melawan ketika diberitahu oleh orang tuanya? Kenapa mereka tidak menjadi seperti kita dahulu ketika dididik oleh orang tua kita? Kenapa anak-anak tidak lagi takut dengan orang tuanya?

Yang pertama, adalah karena kita sudah tidak lagi mendidik mereka sebagaimana orang tua kita mendidik kita. Tidak ada lagi samblekan sabuk atau gagang sapu. Tidak ada lagi dijemur di panas matahari dan dipukuli dengan rotan. Dan hasilnya mereka tidak lagi takut dengan orang tuanya.

Yang kedua adalah karena memang hal tersebut (membalas ucapan orang tua), malas ketika disuruh, inginnya dilayani merupakan pertarungan kepribadian yang terjadi pada diri tiap orang. Tidak hanya remaja, tapi juga kita orang yang dewasa.

Tidak percaya, bila kamu di rumah bersama istrimu, dan ia memintamu untuk mengambil air minum. Apa yang kamu lakukan. Pastilah ada rasa enggan, malas dan lemas yang tiba-tiba datang. “Kenapa tidak mengambil sendiri sih?” Itulah pikiran yang muncul. Tidak berbeda jauh sebenarnya dengan diskusi di atas khan?

Dalam diri seorang remaja ada dua self, baby self dan mature self, kita juga seperti itu. Baby self memunculkan karakter manja, ingin dilayani sebagaimana seorang bayi. Berkebalikan dengan mature self. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan, kita hanya perlu membimbing mereka dari baby self ke mature self.

Bagaimana caranya? Simak posting berikutnya.

Wallahu A’lam

Sumber:

I’D LISTEN TO MY PARENTS IF THEY’D JUST SHUT UP, What to Say and Not Say When Parenting Teens.

Karangan: Anthony E. Wolf, Ph. D

Sumber gambar: www.flickr.com

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s