Apakah boleh Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Pertanyaan tersebut terjawab oleh Ustadz Muhammad Suharsono, Biro Syariah PKPU.

Yang dimaksud dengan berqurban bagi yang sudah meninggal adalah berqurban atas nama orang yang sudah meninggal dunia (almarhum). Para ulama menyepakati bahwa orang yang sudah meninggal bukanlah sebagai sasaran utama dalam ibadah qurban.

Orang  yang sudah meninggal statusnya mengikuti qurban keluarganya yang masih hidup. Misalnya seorang berqurban atas nama diri dan keluarganya. Bila di antara mereka ada yang sudah wafat maka pahala qurbannya sampa ke semua keluarganya walalupn ada yang sudah meninggal dunia. Rasulullah saw pernah berqurban atas nama keluarganya dan juga atas nama umatnya, termasuk di dalamnya yang sudah wafat.

Para ulama juga sepakat berqurban (khusus) bagi orang yang sudah meninggal dunia dibolehkan jika ada wasiat dari si mayit. Karena melaksanakan (amanah) wasiat dari yang sudah meninggal merupakan kewajiban bagi ahli warisnya.

Para ulama Syafi’i juga berpendapat boleh berqurban atas nama yang sudah meninggal jika ada wasiat dikarenakan melaksanakan wasiatnya. Dan seluruh daging hewan tersebut diberikan untuk kaum miskin.

Adapun berqurban bagi yang sudah meninggal dunia tanpa ada wasiat dari si mayit para ulama berbeda pendapat. Para ulama bermadzhab Syafi’i tidak membolehkan qurban atas nama yang sudah meninggal tapa ada wasiat dari si mayit sebelum kematiannya berdasarkan firman Allah swt, “Dan bahwasannya seorang manusia tiada memeperoleh selain apa yang telah diusahakannya. ” (QS 53:59). 

Dan jika ia meniatkannya tapi bukan nadzar, maka disunnahkan bagi para ahli warisnya untuk melaksanakannya.

Adapun ulama yang membolehkannya di antara mereka adalah para ulama Hanafi dan Hambali. Para ulama Hanafi dan Hambali membolehkan berqurban untuk orang yang sudah meninggal sama seperti qurbannya orang yang masih hidup dan pahalanya akan sampai kepada si mayit (dari kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, karya Dr. Wahbah Al Juhaili)

Kesimpulannya disarankan untuk berqurban bagi yang masih hidup karena semua ulama menyepakatinya. Sementara status orang yang sudah meninggal mengikuti qurban keluarganya karena orang yang sudah meninggal dunia bukan sasaran utama qurban. Jika ingin berqurban bagi yang sudah meninggal akan lebih baik jika ada wasiat dari si mayit.

Wallahua’lam bishshowwaab

(@M_Suharsono)

Cek Qurban PKPU di sini

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s