Perebutan Pengaruh yang Abadi

Selalu ada yang bermain dalam pikiran kita

Sahabatku, pernahkah engkau merasakan berat dalam berbuat baik (berinfaq, zakat, dan sedekah)? Namun dalam kondisi yang lain bisa jadi engkau merasa mudah untuk berbuat baik. Hati kita seakan-akan senantiasa dalam kondisi harus bertarung untuk berbuat baik atau berbuat jahat.

Rasulullah sendiri memberitahukan kepada kita bahwa memang syetan mempengaruhi manusia. Tapi tidak hanya setan, malaikat juga mempengaruhi manusia. Namun cara dan isinya berbeda.

Setan mempengaruhi manusia dengan bayangan-bayangan kejelekan, dan menolak kebaikan. Yang dibayangkan ketika melakukan kebaikan adalah munculnya keburukan. Misal, ketika seseorang akan berinfaq, kemudian dia berfikir, “Kalau kemudian uang ini kuinfakkan, bagaimana dengan keluargaku? Bagaimana nanti bila ban saya pecah di jalan, bagaimana bila nanti ada kecelakaan dan aku membutuhkan dana?”

“Masjid ini khan sudah banyak yang menyumbang. Kasnya saja masih banyak. Lembaga Amil Zakat ‘khan juga sudah banyak yang mendanai, apalah arti uangku yang hanya lima puluh ribu. Semua bayangan-bayangan kejelekan muncul di pikirian kita dan akhirnya, Sebaiknya aku simpan saja uang ini” inilah ujung bisikan-bisikan syetan.

Sementara, pengaruh malaikat sebaliknya. Ia memunculkan kebaikan dan membenarkan yang haq. “Bila aku menshodaqohkan lima puluh ribu ini aku akan mendapatkan balasan 700 kali lipat bahkan lebih.”

“Bila aku berinfaq, dan infaq ini digunakan oleh penerimanya untuk memberi makan keluarganya, betapa besar nilai kebaikan yang telah kulakukan. Bila aku berinfaq dan uangnya ternyata digunakan untuk membantu biaya pendidikan seorang anak sehingga ia bisa lulus, dan ketika ia lulus ia sanggup bekerja dan membantu keluarganya, betapa besar kebaikan yang telah kulakukan.”

Dan Allah memang menjajikan hal-hal tersebut dalam Al Qur’an. Maka ketika mendengar bisikan-bisikan ini kemudian tangan kita mengulurkan uang yang kita miliki untuk kita infakkan ketahuilah itu adalah bisikan kebaikan dari malaikat.

Maka barang siapa yang mendengar bisikan dan pengaruh malaikat dalam pikirannya hendaklah ia memuji Allah (Alhamdulillah). Semua kabaikan itu datangnya adalah dari Allah. Dan bagi siapa yang mendapatkan bisikan dan pengaruh setan sebaiknya ia bersegera berlindung kepada Allah (A’udzubillahi minasy syaitonir rojiim).

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.  (Al Baqarah: 268)

Bisikan mana yang lebih sering kau dapati sahabatku? Dan bagaimana akhir dari pergulatan pikiranmu? Silahkan share dengan kami pendapatmu dengan comment di bawah.

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s