Only The Best

Suatu ketika, Steve Jobs dan ayahnya membangun pagar di halaman belakang rumahnya. Ayahnya mengajarkan agar menggunakan kayu yang bagian depan dan belakang sama bagusnya. “Tapi orang kan tidak melihat bagian belakangnya Yah”, jawabnya

“Tentu saja ada yang melihatnya, kamu yang melihatnya” jawab sang Ayah. “Seorang seniman sejati akan tetap menggunakan kayu terbaik meski ia sedang membuat bagian belakang lemari yang berhadapan langsung dengan tembok.” Lanjut ayahnya.

Hal ini kemudian berpengaruh banyak pada kepribadian Jobs yang selalu ingin membuat produk yang sempurna. Ketika membuat Macintosh, Jobs meminta agar semua chip dan kabelnya diatur sedemikian rupa hingga teratur dan rapi.

Para teknisi merasa bingung, “Buat apa bersusah payah harus diatur hingga rapi bila nanti toh tetap ditutup dengan erat dan tidak akan ada yang membukanya?”

Jobs menjawab sebagaimana ayahnya menjawab, “Aku ingin produkku menjadi yang terbaik. Seorang tukang kayu yang hebat tidak akan menggunakan kayu yang jelek meski untuk bagian belakang lemari yang berhadapan dengan tembok”.

Tidak hanya dalam masalah produk, kemasan dan tampilan luar juga harus sempurna. Semua bagian tampilan dalam produknya haruslah sanggup memancarkan sebuah kesan yang sempurna. Karena ia sadar bahwa orang sebagaimana dalam pepatah, menilai buku dari sampulnya.

Dan kesempurnaan berikutnya adalah kesempurnaanya yang hanya bekerja dengan orang yang terhebat. Ia tidak sebagaimana orang pada umumnya. Ketika ada bawahannya yang bekerja dengan jelek, ia sampaikan di depan orang tersebut, bahwa pekerjaannya sangat jelek.

Dia sangat tidak senang dengan kepura-puraan yang akan menimbulkan “the bozo explosion”. Hal ini terjadi ketika  manajernya sopan-sopan sehingga orang-orang yang medioker (tidak jelek, tapi juga tidak hebat) merasa tidak mendapatkan teguran. Dan akhirnya mereka hanya bekerja alakadarnya.

Sudah menjadi watak bagi Jobs untuk bekerja untuk mendapatkan produk terbaik, tampilan terbaik dan orang-orang terbaik. Bagaiamana dengan dirimu sahabatku?

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s