Qurban Itu Ujian Keimanan

Bukan darah dan dagingnya, tapi keimanan dan ketundukanmu yang diminta Allah

Sahabatku, seringkali kita mengira bahwa Qurban itu bernilai ibadah karena pemanfaatan dagingnya. Seringkali kita menyangka bahwa Qurban itu bernilai ibadah karena pemberian daging kepada para dhuafa atau fakir miskin.

Tapi tahukah engkau sahabatku, bahwa Qurban itu bernilai ibadah bukan karena pemanfaatan dan hikmahnya tapi karena ketaatan kepatuhan kepada semua aturan yang telah ditetapkan-Nya. Dan inilah yang disebut sebagai ujian keimanan.

Sebenarnya ia adalah sebagaimana shalat, dan ibadah lainnya dalam Islam. Bukan kemanfaatan dan logika yang dikedepankan tapi ketaatan dan kepatuhan untuk mengikuti perintah-Nya.

Akhir-akhir ini kita banyak mengetahui bahwa gerakan sholat bermanfaat bagi kesehatan. Begitu juga dengan puasa, ia memberikan efek yang baik bagi kesehatan organ pencernaan. Ditambah lagi dengan ibadah-ibadah yang lain. Semua hikmah, manfaat dan rahasia ibadah mulai terkuak.

Namun sebenarnya tujuan dalam sebuah ibadah adalah ketundukan manusia kepada perintah Allah semata. Bukan agar manusia mendapatkan manfaat. Dan bisa jadi banyak hal yang tidak bisa dilogikakan dalam pelaksanaan ibadah.

Kita tidak bisa memastikan kenapa sholat wajib hanya lima waktu? Kenapa sholat Shubuh cuma dua rakaat? Kenapa sholat Dhuhur empat rakaat? Dan kenapa juga waktunya di waktu-waktu tersebut? Rahasia apakah sebenarnya yang tersimpan dari itu semua?

Begitu juga dengan Qurban ini. Mengapa umat Islam diminta untuk menyembelih hewan ternak? Apa manfaatnya bagi dunia? Apakah darah hewan qurban memiliki keunggulan tertentu? Apakah daging qurban lebih barokah? Kita tidak tahu. Dan memang bukan atas alasan-alasan itulah kita diminta berkurban.

Ia hanya sebuah metode yang sudah ditentukan oleh Allah untuk membuktikan keimanan hamba-Nya. Apakah ia beriman dan tunduk kepada-Nya ataukah tidak? Sebagaimana ibadah yang lain juga adalah sebuah metode untuk pembuktian atau ujian atas keimanannya.

Dulu di masa jahiliyah, orang kafir Quraisy ketika menyembelih binatang sembelihan maka daging dan darahnya akan dicipratkan ke berhala-berhala mereka. Seakan-akan menunjukkan bahwa berhala mereka membutuhkan darah dan daging sembelihan.

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al-Hajj: 37)

Tapi Allah Maha Suci dari semua itu. Allah tidak membutuhkan darah, daging ataupun bulu. Bahkan ia juga tidak membutuhkan keimanan kita. Kitalah yang membutuhkan keimanan untuk mengabdi kepada-Nya. Dan bukti keimanan itu adalah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.

Dan ketika Allah memerintahkanmu untuk berqurban, apa jawaban imanmu sahabatku?

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s