“SAYA TIDAK CARI DONATUR MBAK, BIAR SAYA DONATURI SENDIRI”

Pak Rudi di samping Mangrove yang ia pelihara.

Pada Selasa, Rabu dan Kamis, 18-20 September 2012 kami dari PKPU Surabaya bertugas di Bali untuk mensukseskan program Penanaman Mangrove di Serangan, Benoa, Bali. Ada sebuah pengalaman yang menarik yang menjadi pelajaran tentang niat kebaikan manusia untuk menolong sesama.

Namanya Pak Rudi. Begitu kami memanggilnya. Kami bertemu di sebuah tempat pembibitan Mangrove. Kulitnya hitam, kumis agak tebal, dan tidak bisa lepas dari hisapan rokok kretek. Ia sebenarnya adalah orang Malang, makanya kami terbiasa berbicara dengannya dalam bahasa Jawa.

Di saat penanaman Mangrove kami berbincang-bincang sambil menunggu proses penanaman yang saat itu sedang berlangsung.

“Pak Rudi apakah tidak pernah pulang ke Jawa Pak?” Tanya Mbak Lutfi, kepala Bidang Pendayagunaan kami.

“Oh ya sering Mbak, bisa jadi tiap bulan. Terutama kalau saya tidak punya uang, ya saya pulang untuk minta uang ke istri.” Jawab beliau ceplas-ceplos.

“Lho ini kok ada suami yang minta uang ke Istri” Pikirku.

“Istri saya kerja di Samsat, jadi kalau saya tidak punya uang ya saya pulang untuk minta uang ke Istri Mbak.” Lanjut beliau.

“Di rumah (Malang), anak saya cuma satu, tapi di Bali ini anak saya ada 18 orang. Ada yang anak jalanan, ada yang kemudian ketika lahir dan orang tuanya keberatan, ya saya yang merawat. Itu yang di sana pakai baju putih sejak usia 6 tahun sudah saya rawat sampai sekarang 31 tahun dan barusan menikah.”

“Tapi saya tidak mencari donatur kok Mbak, biar saya donaturi sendiri. Allah itu Maha Pemberi Rizki. Laut di Bali ini masih luas, saya yakin masih ada banyak yang bisa ditanami mangrove.”

Beliau memang hidup dari menyiapkan bibit mangrove yang telah disemai dan siap ditanam.

Sahabatku, Pak Rudi bukanlah orang yang kaya, kami telah melihat tempat tinggalnya, harta yang mungkin ia miliki adalah sebuah motor trail besar di rumahnya yang hanya berlantai tanah liat. Tapi dalam keterbatasannya, yang bahkan tak jarang ia harus pulang untuk meminta uang dari istri untuk kehidupannya dan belasan anak yang bersamanya, ia tetap berbuat kebaikan.

Ketika orang melihatnya tidak pernah lepas dari rokok kretek yang menghias mulutnya, sangat mungkin orang mengira bahwa ia bukanlah orang baik-baik. Namun ternyata di balik tingkah laku dan watak kerasnya ada sebuah mutiara kebaikan yang tidak semua orang memilikinya.

Selamat bertugas Pak Rudi, semoga Allah memberikan limpahan kasih sayangnya kepadamu dan semua anak-anakmu.

Wallahu A’lam

One response to ““SAYA TIDAK CARI DONATUR MBAK, BIAR SAYA DONATURI SENDIRI”

  1. Dmna anda bisa mnemukan orang yg anda tulis dlam postingan anda orang yg baik Dan mnjadi contoh teladan ini mngkin saya bisa menemui beliau untuk mnjadi anak angkatx

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s