Ikhlas akan Menjadikan Infaq Selalu Hidup, Berbuah dan Bertambah

Di posting pertama yang membahas tentang infaq dan balasannya, kita sudah tahu bagaimana Allah melipat gandakan pahala bagi mereka yang ikhlas. Bisa tujuh, tujuh puluh, bahkan 700 kali lipat. Dan tidak heran begitu kuatnya sistem downline kebaikan ini bahkan masih bisa lebih.

Di ayat 265 surat Al-Baqarah Allah berfirman:

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Lagi-lagi Allah memperlihatkan betapa besar balasan bagi mereka yang berinfaq dengan ikhlas di jalan Allah.

Perumpamaannya seperti sebuah kebun yang ada di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat. Dan setelah disiram oleh hujan lebat itu, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat.

Tapi ternyata tidak harus disirami dengan hujan lebat, cukup dengan gerimis juga sudah menghasilkan. Maka ini adalah sebuah kebun yang sangat subur. Karena tanpa hujan yang lebat pun sudah mampu menghasilkan.

Artinya bahwa infaq yang diberikan dengan ikhlas akan senantiasa menghasilkan, senantiasa bertambah. Tidak sekalipun infaq yang diberikan itu mati dan hilang. Bahkan bisa jadi ketika kita tidak menyadarinya, pahala infaq itu tetap mengalir kepada kita.

Bisa jadi infaq yang kita berikan kepada orang lain baik langsung atau melalui lembaga dengan syarat ikhlas dan tidak mengungkitnya atau melukai perasaan penerimanya adalah infaq bertahun-tahun yang lalu namun hingga kini pahalanya masih mengalir. Kebunnya masih berbuah, bermanfaat dan bertambah.

Sebuah perumpamaan yang menakjubkan.

Bila sang pemberi infaq tidak ikhlas, infaq itu hanya akan jadi onggokan tanah di atas batu yang hilang dengan hujan. Namun sebaliknya bila ikhlas, infaq ituakan menjadi sebuah kebun yang subur yang sudah ada tanaman yang tumbuh dan berbuah.

Ketika hujan lebat datang, tanahnya tidak ikut terbawa hujan, malah menyuburkan dan melipatkan gandakan hasilnya. Dan ketika yang datang adalah gerimis, itu pun sudah cukup untuk membuatnya berbuah.

Wallahu A’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s