Pemberi Infaq Tak Beriman kepada Allah Bila….

Infaq yang tak bermanfaat umpama batu licin tak bernoda

Ketika berbicara tentang berinfaq, tidak hanya pahalanya saja yang besar, tantangannya juga. Bahkan ada karakter orang yang berinfaq tapi dinyatakan oleh Allah sebagai orang yang tidak beriman pada-Nya dan Hari Akhir. Sesuatu yang mengherankan.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (Al Baqarah 264)

Betul sahabatku, ketika seseorang yang berinfaq namun dia ikuti dengan menyebut dan menyakiti yang menerima infaqnya Allah menyatakan tidak beriman orang tersebut (Na’udzubillah min dzalik). Hal ini tidak lain karena dia ingin menunjukkan kepada manusia bahwa ia adalah orang yang dermawan.

Allah Maha Tahu apa yang ada di hati manusia. Oleh sebab itu tidak akan berguna bagi orang yang berinfaq namun ia tidak mengikhlaskan hatinya. Seakan-akan Allah tidak mengetahui dan menghitung pahala infaqnya sehingga ia perlu menunjukkannya kepada orang lain.

Atau karena memang ia sengaja menunjukkan infaqnya karena ia sebenarnya tidak peduli dengan balasan Allah. Yang ia perhatikan hanyalah simpati, dukungan dan sanjungan manusia. Maka ketidakikhlasannya tidak akan menambah apapun kecuali kesengsaraan di akhirat. (Na’udzubillah min dzalik)

Perumpamaan orang yang berinfaq dengan menyebut dan menyakiti perasaan yang menerima digambarkan Allah seperti sebuah batu licin yang di atasnya ada tanah. Batu itu kemudian ditimpa air hujan sehingga hilanglah semua tanah yang berada di atasnya. Tidak ada bekas sama sekali dari apa yang ia infaqkan. Bahkan ditambahkan orang-orang yang seperti itu disetarakan dengan orang-orang yang kafir (Na’udzu billah min dzalik)

Sungguh jauh dari gambaran hasil orang berinfaq yang ikhlas karena Allah karena akan mendapatkan banyak downline kebaikan.

Berat sekali tantangannya. Memang benar, namun jangan sekali-kali engkau berpikir untuk tidak berinfaq. Itu malah lebih berbahaya. Karena ketika seorang yang berkemampuan tidak memberikan hak fakir miskin melalui zakat, infaq atau sedekah, berapa banyak fakir miskin yang akan merana? Berapa banyak yang kemudian akan terdholimi bila tidak ada orang yang berzakat, infaq dan sedekah?

Itulah manfaat yang bisa kami, PKPU Surabaya berikan kepadamu sahabatku. Dengan berdonasi melalui lembaga, kesempatan untuk riya’ menjadi kurang. Bila muncul keinginan untuk menyebut pemberian pun sulit dibuktikan. Karena memang tidak ada banyak saksi yang melihat. Dan engkau pun tidak tahu siapa yang menerima infaqmu sehingga potensi menyakiti penerima infaq pun minimal. Itulah yang memang menjadi tugas kami di sebuah lembaga amil zakat.

Itulah ujian keimanan bagi seorang pemberi infaq. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk agar keikhlasan kita terjaga. Dan nanti kita akan mendapatkan hasilnya yang berlipat ganda di akhirat. (Aaamiin)

Wallahu A’lam Bish Showab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s