Pelajaran Kepemimpinan dari Steve Jobs

 Sahabatku, di antara kalian mungkin sudah ada yang membaca buku tentang orang yang satu ini. Steve Jobs memang menjadi sosok yang fenomenal sebagaimana inovator-inovator lain yang pernah ada di dunia. Namanya kini menjadi penerus dari nama seperti Thomas Alfa Edison, Henry Ford, dan Walt Disney.

Banyak sudah yang membahas pelajaran tentang kepemimpinan Steve Jobs diambil dari buku biografinya, tapi kali ini beberapa pelajaran kepemimpinan yang sebenarnya (The Real Leadership Lesson) menurut sang pengarang buku biografi, Walter Isaacson.

Fokus

Ini adalah pelajaran utama dan pertama dari Steve Jobs. Sebuah kisah muncul di tahun 1997 ketika ia kembali ke Apple. Awal kedatangannya ia frustasi. Apple ketika itu membuat banyak varian produk. Semakin lama kondisi itu tidak membaik. Ia marah.

“Cukup! Ini gila!!” ia kemudian mengambil spidol dan membuat dua kolom dan dua baris di papan. Dua kolom ditulisi dengan “Consumer” dan “Pro” sedangkan barisnya ditulisi “Desktop” dan “Portable”. Dia mengatakan pada timnya ketika itu, “Buatlah produk yang terbaik bagi masing-masing kuadran, sisanya buang!”. Dia mengatakan, “Memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu sama pentingnya dengan memutuskan untuk melakukan sesuatu”. Dan ternyata hal inilah yang menyelamatkan perusahaannya. Tidak hanya menyelamatkan tapi juga membuatnya besar.

Di kesempatan lain, dia sering mengajak timnya untuk berlibur menyepi. Di sana ia mengajak mereka untuk berdiskusi. Dengan 100 orang terbaiknya, ia bertanya kepada mereka, “Apa 10 hal yang harus kita lakukan selanjutnya?” Semua orang dalam timnya akan bersaing untuk memasukkan ide mereka dalam pilihan. Ia kemudian memilih 10 ide terbaik dari ratusan ide yang muncul. Tapi itu belum selesai. Ia kemudian mengurutkan dari atas ke bawah menurut yang terbaik. Dan setelah itu ternyata ia mencoret tujuh terbawah menyisakan hanya tiga ide untuk dilakukan di tahun depan.

Sahabatku, demikian adalah sebuah contoh nyata dari sebuah tindakan fokus yang benar-benar membuat kita berpikir keras. Sudahkah kita benar-benar fokus dengan bisnis yang kita jalani? Sudahkah kita memutuskan hal-hal apa yang tidak akan kita lakukan? Bila belum, mungkin sekarang saatnya kita mulai memutuskan apa tiga hal, produk atau apapun yang akan kita pilih? Dan sisanya dibuang.

 Diambil dari Harvard Business Review

Berikut adalah file asli dari tulisan di atas

The Real Leadership Lessons of Steve Jobs – HBR l Apr-2012

atau bisa juga klik di sini

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s