2 Syarat Infaq Sempurna dan 2 Ciri Pemberi Infaq yang Sempurna

Memberi infaq setara dengan pahala yang berlipat-lipat, tantangannya juga tidak sederhana

Berinfaq memang dijanjikan Allah pahala dan balasan yang berlipat ganda. Dan beruntunglah bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Namun kita harus senantiasa berhati-hati sahabatku! Allah tidak pernah memberikan sebuah balasan yang besar kecuali amalan tersebut memiliki peluang untuk gagal. Atau dalam bahasa lain, besarnya balasan kebaikan itu setara dengan tingkat kesulitan melaksanakannya.

Dua syarat diterimanya pahala Infaq

Betul infaq itu bagi orang yang tidak sadar adalah sesuatu yang mudah. Namun sebenarnya ia memiliki tingkat kesulitan yang layak dipertimbangkan. Seseorang yang berinfaq bahkan sangat mungkin tidak mendapatkan balasan apapun dari amal infaq yang ia lakukan. Apa godaannya?

Di ayat Al Baqarah 262 Allah berfirman,

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Subhaanallah, sungguh sebuah kesulitan yang tidak main-main.

Orang yang ingin mendapatkan balasan dari apa yang dia lakukan ada syarat yang tidak boleh ia langgar. Yang pertama, adalah orang yang berinfaq sebaiknya tidak menyebut-nyebut bahwa ia telah memberikan infaq dalam jumlah sekian atau sekian. Ia sangat berdekatan dengan penyakit riya’ yang dikhawatirkan oleh Rasulullah banyak menyerang ummatnya. Syirik kecil, itulah penyakit yang lebih ditakuti akan dijangkiti umatnya daripada syirik besar atau menyekutukan Allah.

Syarat yang kedua agar pahala infaq tetap diterima adalah dengan tidak menyakiti penerima infaq tersebut dengan mengatakan bahwa ia telah memberikan infaq kepada si fulan dan si fulan. Hal ini akan menyebabkan penerimanya merasa direndahkan harga dirinya karena telah dibantu. Ia akan merasa menjadi orang yang miskin, tidak berguna dan menyulitkan orang lain.

Dua syarat inilah yang harus diperhatikan oleh sahabatku semua ketika memberikan infaq dan sedekah agar pahala kita tetap diberikan oleh Allah.

Dua Ciri Pemberi Infaq yang Sempurna

Sahabatku yang dirahmati oleh Allah, Allah ternyata memberitahukan kita bagaimanakah ciri-ciri orang yang bisa melaksanakan infaq yang sempurna. Dua ciri tersebut adalah tidak adanya khauf atau kekhawatiran dan laa yahzanuun tidak bersedih hati.

Apa itu khauf atau kekhawatiran itu, dan kekhawatiran akan apa? Dalam tafsir Ibnu Katsir,  yang dimaksud dengan laa khoufun alaihim ialah kekhawatiran akan besar dan menakutkannya Hari Akhir. Para pemberi infaq yang sempurna tidak mengkhawatirkan bagaimana kondisinya ketika di Hari Perhitungan kelak. Ia yakin bahwa infaq yang ia berikan memang tidak mengharapkan balasan lain kecuali dari Allah semata, dan ia yakin bahwa pahalanya tetap berada di sisi Tuhannya karena ia tidak menyebut-nyebut infaq yang ia berikan agar dikenal orang dan tidak menyakiti yang diberinya.

Ciri pemberi infaq sempurna yang kedua adalah laa yahzanuun atau tidak bersedih hati. Bersedih hati tentang apa? Di dalam tafsir Ibnu Katsir, mereka tidak bersedih hati akan keturunan mereka setelah mereka menginfaqkan hartanya. Tidak ada lagi pertanyaan, kalau harta ini aku infaqkan, apakah anak cucuku, kerabatku akan mendapatkan rizki? Mereka yakin bahwa Allah akan memberikan balasan yang terbaik di dunia dan akhirat. Mereka senantiasa yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa keturunan mereka juga akan mendapatkan kebaikan sebab amal kebaikan yang dilakukan oleh orang tua dan pendahulu mereka. Mereka juga tidak menyesali kebaikan yang telah ia lakukan karena ia sadar Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik bagi keturunannya.

Semoga kita semua mampu melaksanakan syarat infaq yang tetap sempurna pahalanya. Dan kita juga berdoa semoga digolongkan Allah sebagai seorang pemberi infaq yang sempurna.

Wallahu a’lam bish Showab

Ingin syarat infaq sempurna terjaga (Insya Allah)? salurkan zakat, infaq dan sedekah anda ke PKPU Surabaya dengan rekening

BCA (513.005.6026)

Mandiri (140.000.122.0291)

BNI (004.230.2139)

Bank Muamalat (701.003.9015)

BSM (008.004.0000)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s