Tim Pertama Indonesia Aid “Love Rohingya” Berangkat Ke Thailand

 JAKARTA – “Love Rohingya” sebuah aksi yang merupakan aksi sinergi tiga lembaga kemanusiaaan yakni PKPU, Dompet Dhuafa, dan Rumah Zakat, siap memberangkatkan Tim pertamanya ke Thailand. Tim yang terdiri dari Iskandar Darussalam, Dr. Farhanuddin Rusdi Aseni. Mereka akan berangkat hari ini, Kamis (9/8/2012) pukul 15.30 WIB dengan Thai Airline.

Rencananya, Tim pertama Indonesia aid “Love Rohingya” ini akan berada di Thailand hingga Kamis (16/8/2012). Tim Love Rohingya ini akan berkoordinasi dengan KBRI Bangkok terkait aksi kemanusiaan terhadap para pengungsi Rohingya di Thailand.  Diperkirakan ada 60.000 lebih pengungsi Rohingya di Thailand.  Selain itu, Tim ini juga akan berkoordinasi dengan mitra lokal yang ada di Negeri Gajah tersebut. Demikian disampaikan oleh M. Kaimuddin, sebagai ketua Tim Love Rohingya.

Anggota tim, Iskandar Darussalam menyampaikan, berbagai aksi telah disiapkan, antara lain pemberian bantuan logistik, layanan kesehatan, serta trauma healing. Mereka siap hadir sebagai saudara, teman, karib yang meringankan sedikit derita pengungsi Rohingya. Berbagi duka lara dengan 4000 penerima manfaat yang diharapkan dapat menerima bantuan tersebut.

Keberangkatan tim pertama ini juga diharapkan dapat memberikan senarai informasi yang lebih faktual dan objektif mengenai kondisi orang Rohingya serta hal ihwal di pengungsian. Hal ini akan menjadi data yang berharga dan bermanfaat untuk menetapkan langkah bantuan ke depan. Penggalangan dan aksi solidaritas, pun dapat lebih dioptimalkan.

Pemberitaan media massa sebelumnya menyebutkan duka bertubi-tubi terkait kekerasan dan pembantaian yang terjadi terhadap muslim Rohingya di Arakan/ Rakhine, Myanmar. Tepatnya pada awal bulan Juni 2012 ketika terjadi konflik antara warga Arakan non muslim dengan muslim Arakan (Rohingya).

Konflik ini adalah buah dari informasi bahwa ada perkosaan terhadap wanita non muslim oleh pria muslim di Arakan. Berlanjut dengan tindakan pembalasan oleh warga non muslim. Sepuluh pria Rohingya dibantai ketika berada di dalam bus di Thandwe menuju Yangoon. Kemudian konflik antar dua kelompok tak terhindarkan. Terjadi saling bantai dan saling serang.

Muslim Rohingya, karena berjumlah lebih sedikit dan beratus tahun terpinggirkan, lantas terdesak. Ratusan desa muslim dibakar dan dihancurkan dan sekitar 850-1000 warga tewas. Sekitar 90.000 ribuan lainnya terusir atau tetap berdiam dalam penderitaan. Karena hijrah ke bagian lain dari negara Myanmar adalah tidak mungkin.

Mengungsi ke Bangladesh, negeri yang berbatasan langsung, adalah juga tidak mungkin. Karena Bangladesh menolak masuknya pengungsi Rohingya. Karena negeri Bangladesh sendiri adalah negeri miskin dengan luas wilayah kecil namun berpenduduk nyaris 150 juta jiwa.

Rohingya adalah perkara rumit.  Illegal di negaranya, terusir. Di negara tetangga tidak pula disambut hangat. Sebuah kenyataan yang memaksa umat manusia membuka mata lebar-lebar. Harus ada yang berbuat atas nama kemanusiaan.

Tindak kekerasan yang dialami etnis minoritas Muslim Rohingya inilah yang mendapat perhatian dari berbagai pihak. PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat pun bersinergi menggalang bantuan sekaligus mengirimkan tim kemanusiaan ke perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Serta ke negara-negara dimana terdapat kamp-kamp pengungsian Rohingya. Jangan ditahan, ‘Love Rohingya’. Salurkan donasi anda melalui PKPU Surabaya via rekening BCA NO. 513.005.6018  (PKPU/Rahma Damayanty/DRM/Jakarta)

Untuk informasi, dapat menghubungi:

1. M Kaimuddin (Manajer Rescue DRM PKPU) Hp. 08123098025
2. M Sukismo (JAS-Media PKPU) Hp. 081363366444

Sumber: http://www.pkpu.or.id

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s