Tidak Bolehkah Membagi Sedekah itu Disyi’arkan?

Muncul pertanyaan di atas setelah melihat di tayangan beberapa TV lokal yang menayangkan beberapa orang yang membagikan zakat, infaq atau sedekahnya secara langsung. Bukan bermaksud untuk menilai bahwa itu buruk. Namun tulisan ini hanya mengingatkan bagi diri penulis sendiri, dan bila memang bermanfaat bagi pembaca, semua itu adalah atas petunjuk dari Allah SWT.

Jawabannya sebenarnya boleh, bahkan sangat dianjurkan. Bila syi’ar sedekah itu ditujukan untuk memotivasi pihak lain agar juga bersedekah. Inilah yang susah, karena yang berbeda itu hanya di masalah tujuan. Tujuan atau niat itu letaknya di hati dan tidak bisa dinilai dari penampakan secara fisik yang ada.

Sekedar Peringatan dari Allah swt

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”

Ayat tersebut adalah ayat ke 110 atau ayat terakhir di surat Al-Kahfi. Ketika menginjak tentang penjelasan amal sholeh dan larangan mempersekutukan Allah dengan apapun, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dari Mahmud bin Labid mengatakan, Rasulullah bersabda: yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: Apa syirik kecil itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab Riya’

Ketika di hari kiamat, ketika manusia diberikan balasan kebaikan atau hukuman atas perbuatan, Allah akan mengatakan, “Pergilah ke orang yang kau harapkan balasannya (riya’) di dunia dan lihat apakah kau akan mendapatkan balasan dari mereka?”

Naudzu billah min dzalik.

Kami saja ngeri dan merasa sebuah kerugian yang sangat besar bagi semua yang mengalaminya. Semoga kita semua tidak termasuk orang yang ditolah oleh Allah amalan kebaikan kita ketika di dunia.

Bayangkan bila kita telah tiba di yaumil akhir. Amal kita sedang dihitung. Kita sendiri merasa yakin bahwa yang kita lakukan sudah banyak dan besar. Kita sudah menyumbang ini dan itu. Kita sudah melakukan berbagai amal kebaikan. Ketika giliran kita, Allah mengatakan, “Kenapa kau meminta kepada-Ku, minta saja balasanmu ke orang-orang yang kau harapkan sanjungannya. Mintalah kepada orang yang telah mengagungkan namamu dan menyebutmu sebagai seorang yang dermawan! Janganlah kau meminta kepada-Ku!

Aduh Gusti!! Betapa malang nasib kita ketika itu, kita mengira semua amal, sumbangan, infak dan sedekah kita akan memberikan kita keuntungan dengan pahalanya. Namun yang terjadi malah sebaliknya, kita malah ditolak Allah dan meminta kita untuk memintanya kepada orang yang kita harapkan sanjungan dan penghormatannya. Na’udzubillah min dzalik

Kesimpulan

Kami hanya bisa berharap semoga yang telah ditampakkan di televisi bukan sekedar amal-amal riya’ yang mengharapkan disanjung dan dipilih sebagai pemimpin daerah. Kami mendoakan semoga orang yang telah memutuskan untuk mensyiarkan pemberian sedekah atau infaqnya tetap dijaga hatinya oleh Allah dan menerima balasan amal kebaikannya di akhirat kelak.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s