Kebaikan yang Sempurna Diperoleh dengan Pengorbanan yang Sempurna

Infaq yang terbaik adalah dengan harta yang paling kita cintai

Sahabatku, kita mungkin sudah banyak mengetahui banyak kisah-kisah sukses di dunia ini. Mulai dari kisah jaman dahulu hingga yang terkini. Ada satu hal yang harus kita ambil pelajaran dari perjalanan orang-orang yang sukses tersebut yakni kesuksesan itu tidak datang dengan tiba-tiba.

Mereka mendapatkan banyak kesuksesan bukan dengan sesuatu yang tiba-tiba dan waktu yang cepat. Mereka berusaha dengan mengorbankan usia, waktu, harta dan keringat, tidak jarang bahkan darah.

Dalam Islam, balasan kesuksesan yang besar memang berasal dari pengorbanan yang besar. Dan memang demikian juga Allah memotivasi hamba-Nya. Surga bukanlah sesuatu hal yang murah yang bisa dicapai dengan hal-hal yang remeh. Semoga kisah berikut bisa menginspirasi.

Abu Thalhah adalah salah satu sahabat Ansar yang terkaya. Dia memiliki sebuah kebun yang sangat ia cintai, dan lokasinya ada di depan masjid Nabawi. Sesekali Rasulullah masuk ke kebun dan meminum airnya yang segar. Kebun ini dikenal sebagai kebun Bairaha’

Suatu saat turunlah ayat

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

Abu Thalhah ketika mendengar ayat ini, ia bergegas menemui Rasulullah. “Ya Rasulullah, Allah telah berfirman bahwa “Kamu tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” Bairaha’adalah harta yang paling aku cintai, maka aku ingin menginfakkanya di jalan Allah karena aku juga mengharapkan balasan yang terbaik dari Allah. Wahai Rasulullah, bagaimana aku bisa menginfakkannya dengan jalan yang terbaik?

Sangat baik wahai Abu Thalhah, benar-benar sebuah harta yang menguntungkan, sebuah harta yang menguntungkan. Dan aku telah mendengarnya. Dan menurutku yang terbaik adalah dengan membagikannya kepada kerabatmu.

Maka Abu Thalhah kemudian bergegas untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dengan membagikan kebun yang dicintainya kepada kaum kerabatnya.

Kebajikan yang sempurna menurut Amr bin Maimun tidak lain adalah surga Allah. Makanya, sangat sesuailah apa yang difirmankan Allah bahwa tidak mungkin seseorang itu mendapatkan yang terbaik kecuali dengan usaha dan pengorbanan yang terbaik. Dan pengorbanan yang terbaik adalah menginfakkan harta yang paling kita cintai di jalan Allah. Semoga kita semua bisa melaksanakan seperti apa yang dicontohkan oleh Abu Thalhah.

Wallahu A’lam bish showab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s