Penghasilan Berapa yang Wajib Zakat?

Bagi sahabatku yang bekerja di sebuah perusahaan atau institusi, uang gaji atau penghasilan ini juga wajib zakat. Memang sebelumnya banyak yang berpolemik dengan masalah ini. Namun karena dalil berkenaan harta yang wajib dizakati adalah umum, “hasil usaha”, maka gaji juga termasuk dalam kategori “hasil usaha”

Berapa nishab atau batas minimal wajib zakatnya?

Nishabnya diQiyaskan dengan zakat hasil pertanian yakni 653 kg beras. Dengan harga rata-rata beras Rp 9.000, maka nishabnya sebesar Rp 5.877.000,-.

Maka bagi yang memiliki gaji di atas Rp 5.877.000,- per bulan, ia wajib membayar zakat dengan jumlah 2,5% atau Rp146.925,- atau sekitar Rp150 ribu tiap bulan.

Bagaimana bila pengeluarannya besar?

Memang PKPU menggunakan dasar penghasilan bruto untuk menghitung besar nishab zakat. Namun Amil juga diperintahkan agar bersifat lemah lembut kepada muzakki. Selain itu bila pengeluaran atau kebutuhannya besar maka dia bukan lagi termasuk orang yang kaya.

Dengan gaji Rp 6.000.000 tapi dengan jumlah anggota keluarga yang dinafkahi besar maka harus ada penyesuaian. Bahkan bisa jadi mereka tidak lagi masuk golongan muzakki (yang wajib membayar zakat) tapi mustahik (yang wajib menerima zakat).

Apakah gaji anda sudah wajib zakat?

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s