Bekerja = Shadaqah

Meski pekerjaan bertumpuk, tetaplah bersemangat (gambar diambil dari flickr.com)

Sahabatku yang dirahmati Allah. Awal pekan selalu dimulai dengan aktivitas-aktivitas baru. Anak-anak kini mulai masuk sekolah kembali. Masa liburan telah berakhir, kini mereka harus kembali kita antar. Kesibukan-kesibukan yang berkurang di saat akhir pekan kini harus berjalan lagi.

Bila memang engkau merasa bosan itu adalah sesuatu yang wajar. Bila engkau merasa lelah dengan aktivitas yang berjalan selama ini itu juga adalah sesuatu yang lumrah bagi seorang manusia. Bila engkau kembali ingin merasakan sedikit istirahat dari se-abreq aktivitas juga tidak salah.

Namun jangan sampai rasa bosan dan lelah itu menghalangimu untuk menjemput rizki Allah yang telah ditetapkan kepadamu. Karena sesungguhnya engkau akan mendapatkan sesuatu yang besar di sisi Allah. Ia akan memberikan balasan 700 kali lipat atas usahamu mendapatkan rizki dan membelanjakannya untuk kebutuhan keluargamu.

Karena sesungguhnya bila seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya maka terhitung baginya seperti ia telah bersodaqoh. (Shahih Bukhari; hadits no 5036)

Dan bukankah bershodaqoh itu akan dinilai 700 kali lipat di sisi Allah?

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allahadalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah: 261)

Janganlah engkau lemah, malas dan merasa bosan dalam bekerja sahabatku. Karena sebenarnya bila engkau niatkan kerjamu untuk memberi nafkah kepada keluargamu maka sebenarnya engkau sedang beribadah kepada Allah. Dan Ia akan memberikan balasan yang tak terkira kepadamu.

Setiap tetas peluh yang terkucur dari badanmu, tiap kernyitan dahi yang muncul dari wajahmu ketika menghadapi berbagai persoalan kerja dibalas oleh Allah. Dan sungguh, Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan.

Maka perbaiki niatmu sahabatku, engkau kini yang sedang bekerja sebenarnya telah dicatat oleh Allah sebagai seseorang yang memiliki niat berinfaq atau bershodaqoh. Dan orang yang berniat melakukan kebaikan telah dicatat baginya satu kebaikan. Maka bila ia benar-benar bekerja dan hasil kerjanya dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ia akan dicatat sekali lagi sebagai pelaku kebaikan.

Subhaanallah.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung pada-Mu dari sifat pengecut dan kikir; dan aku berlindung pada-Mu dari dilingkupi hutang dan dominasi manusia.

Wallahu A’lam bish showaab.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s