Puasa (bag. 1) Defenisi, Perintah, Niat,Yang Membatalkan Puasa dan Pahalanya

Berpuasa (flickr.com)

Fiqh shiyam (puasa) adalah ilmu yang mempelajai tentang hukum-hukum Islam berkaitan dengan shiyam (puasa). Fiqh shiyam penting untuk kita pelajari agar ibadah puasa kita mendapat pahala dan mendapat sasaran yang diinginkan yaitu meningkatkan kualitas iman serta taqwa berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

 1.  DEFINISI PUASA

a.  Menurut bahasa, Puasa adalah menahan suatu, baik makanan, minuman, kata-kata atau gerakan.

b.  Menurut Istilah, Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa baik dari makan, minum, hubungan suami istri, disertai niat, mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

 2.  PERINTAH WAJIBNYA PUASA

Firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS : Al-Baqarah : 183). Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) maka barang siapa mendapatkannya hendaklah ia puasa. (QS : Al-Baqarah : 185).

 3.  KEDUDUKAN NIAT DALAM PUASA

a.   Niat menurut bahasa adalah kehendak

b.  Niat menurut istilah adalah berkehendak, menjalankan sesuatu untuk beribadah kepada Allah SWT.

c.  Niat wajib dilakukan dari malam hari dalam puasa fardlu dan tidak wajib dalam puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tiada puasa baginya. (HR. Abu Dawud. Tirmidzi).

 Tentang puasa sunnah, Aisyah ra meriwayatkan :

Pada suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku beliau berkata : “Adakah engkau memiliki sesuatu (makanan)?”

Saya berkata : “Tidak ya Rasulullah”, maka beliau berkata : “Jika demikian saya berpuasa”. (HR. Muslim).

    Hadits di atas menunjukkan bahwa dalam puasa sunnah, niat tidak wajib dilakukan sejak malam hari, berbeda dengan puasa wajib.

 4.  HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa apabila dilanggar oleh orang yang berpuasa yaitu :

  1. Masuknya benda cair atau padat ke dalam perut, baik itu lewat mulut, telinga, hidung dan kemaluan.
  2. Keluarnya air mani dengan sengaja
  3. Muntah yang disengaja
  4. Makan, minum, atau jima’ walaupun dalam keadaan dipaksa
  5. Makan, minum, atau jima’, karena mengira bahwa waktu berbuka telah tiba, yang kemudian terbukti bahwa waktu berbuka belum tiba.
  6. Tidak berniat puasa
  7. Haid dan nifas walau di akhir waktu
  8. Murtad

 5.  YANG MEMBATALKAN PAHALA PUASA

      Disamping hal-hal yang membaalkan puasa tersebut di atas, ada beberapa hal lain yang apabila dilanggar, pahala puasa kan menjadi gugur. Jadi puasa yang dilakukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja, sementara pahala besar yang dijanjikan Allah SWT sama sekali tidak bisa diraih. Di antara hal-hal yang membatalkan pahala puasa tersebut bisa dilihat dalam beberap hadits Rasulullah berikut :

Banyak orang puasa yang tidak dapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali bergadang. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).

Barang siapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah SWT (tidak butuh ia meninggakan makan dan minumnya. (HR Bukhari).

Puasa bukanlah hanya meninggalkan makan dan minum, akan tetapi yang dimaksud puasa adalah menghindarkan diri dari kata-kata yang tidak berguna dan dusta. Maka jika ada oran yang mencelamu atau usil kepadamu, katakanlah saya sedang puasa. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hiban, Hakim)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s