Bekal Menyongsong Ramadhan (Bag. 1)

Menyongsong Bulan Ramadhan 1433 H (Flickr.com)

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh dengan rahmah, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Pada bulan Ramadhan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan ruhani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. Semua itu merupakan momen sekaligus sarana yang baik untuk mencapai puncak ketaqwaan. Dosa dan kekhilafan juga merupakan sasaran yang ingin kita hapuskan dalam bulan ini.

            Untuk mendekatkan sasaran tersebut, kiranya perlu menyambut tamu Allah SWT yang agung dengan mengadakan pembekalan ruhani dan pengetahuan tentang bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Diantara bekal-bekal yang harus dimiliki dalam menyongsong bulan mulia ini adalah :

  1. Mempersiapkan persepsi yang benar tentang bulan Ramadhan

Rasulullah senantiasa memotivasi para sahabat agar beribadah dengan optimal di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW bersabda : dari Salman ra. Beliau berkata : Rasulullah berkhutbah ditengah-tengah kami pada akhir Sya’ban, Rasulullah bersabda : Hai manusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangat agung, penuh dengan barakah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan dimana Allah SWT telah menjadikan puasa didalamnya sebagai puasa wajib, qiyamullail sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya…dst. (HR. Ibnu Huzaimah. Baliau berkata : hadits ini adalah hadits shahih)

 Membekali diri dengan ilmu yang cukup

Tujuan dari puasa adalah meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Untuk itu, ia harus dilakukan dengan tata cara yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali begadang. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah). Barang siapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah SWT tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. (HR. Bukhari)

  1. Melakukan persiapan jasmani dan ruhani

Sebelum masuk bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa di bulan Sya’ban. Fungsinya adalah agar secara jasmani dan ruhani kita telah terbiasa dengan puasa dan segala ibadah yang ada di dalamnya.

  1. Memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan

bulan Ramadhan diciptakan Allah SWT penuh dengan keutamaan dan kemuliaan. Bila kita memahaminya, secara tidak langsung diharapkan kita akan bersemangat menjalankannya.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s