Apakah Adik bisa Menerima Zakat?

Assalamu’alaikum wr wb

Ust  yang dirahmati Allah swt, saya mau bertanya,

Siapakah penerima zakat yang sesungguhnya ? bolehkah saya membaginya kepada  adik saya yang tergolong yang tidak mampu ? apakah pemberian kepada orang tua dapat menggunakan zakat saya ? mohon penjelasannya ! Terima kasih.

Abdul Khaliq

Bekasi

Jawaban

Wa’alaikum salam wr wb

Saudara Abdul Khaliq yang dirahmati Alllah swt, terima kasih atas pertanyaannya, saya akan menjawab pertanyaannya satu persatu.

  1. Penerima zakat atau disebut juga dengan mustahik secara tegas disebutkan oleh Allah swt dalam Alqur-an surat At-Taubah ayat 60, Allah swt berfirman : «Sesungguhnya shadaqah (zakat) itu hanya untuk orang-orang fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang berhutang), fi sabilillah dan ibnu sabil ».
  2. Mustahik yang tersebut dalam ayat di atas bukan mewakili individu, tetapi merupakan segmented/kelompok atau golongan. Fakir adalah kelompok  adalah fakir, miskin adalah kelompok miskin, amil adalah kelompok amil dan seterusnya. Siapa saja yang termasuk dalam kelompok tersebut maka berhak mendapatkan zakat.
  3. Adik termasuk kedalam kategori kerabat, para ulama ada yang membolehkan dan yang melarang memberikan zakat kepada kerabat. Namun pendapat DR. Yusuf AlQardhawi dalam bukunya Fiqh Zakat dapat kita jadikan rujukan. Menurut beliau zakat boleh diberikan untuk kerabat dengan alasan :

–      Keumuman nash yang menjadikan orang-orang fakir sebagai sasaran zakat, tanpa membedakan antara kerabat dengan orang lain.

–      Adanya nash-nash lain yang mendukung hal tersbut, sabda Rasulullah saw : « sedekah bagi orang miskin adalah sedekah saja, sedangkan sedekah kepada kerabat mengandung dua hal, yaitu sedekah dan mempunyai nilai persaudaraan » HR. Imam yang lima kecuali Abu Dawud.

4. Orangtua tidak boleh dijadikan sasaran zakat, karena meberikan nafkah/kebutuhan kepada orangtua merupakan kewajiban seorang anak. Jika anak memberikan zakatnya kepada orangtua sama saja dengan dia memberikan zakat kepada dirinya sendiri. Selain itu harta anak adalah harta orang tua juga sebagaimana sabda Rasulullah saw : «Kamu dan hartamu itu untuk anakmu » HR. Imam Ahmad

 Wallahua’lam bishowab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s