Menunggu Pencerahan dari Mesir

Kemenangan pemilu presiden Mesir (sumber: Time.com)

Sahabatku, pekan ini ada sebuah kabar dari Mesir di mana setelah Husni Mubarak lengser, pemerintahannya kini dipegang oleh kelompok yang telah di-“ilegalkan” Muabarak. Mereka memenangi pemilu parlemen sebelumnya. Dan sekarang mereka juga mendapatkan kemenangan dari pemilu presiden. Muhammad Mursi, mendapatkan dukungan sebanyak 51% sebagaimana dikemukakan oleh time.com

Banyak muncul pendapat, ada yang bahagia, ada yang sengsara, ada yang berharap ada yang khawatir. Semua meraba-raba apa yang akan terjadi selanjutnya ketika mereka yang telah “diusir dari negaranya sendiri” ternyata kembali. Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Kekhawatiran akan munculnya gerakan-gerakan radikal jelas tergambar di dunia barat. Mereka tidak senang dengan hal ini. Tapi inilah fakta yang memang terjadi. Ikhwanul Muslimin yang dulu dilarang malah kini menjadi pemenang.

Mereka telah mengukir sebuah sejarah, tapi bisakah mereka membuat perbedaan yang berarti (perbaikan)? Begitu pertanyaan yang banyak beredar. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi negara-negara Arab sedang berada dalam gelombang perubahan yang besar. Mereka mendapatkan suplai dari para negara barat untuk membungkam gerakan Islam.

Kini gerakan-gerakan Islam menguasai negeri mereka sendiri, apakah yang bisa mereka lakukan. Kita menunggu sebuah adegan sebagaimana Rasulullah menaklukkan Mekkah yang dulu mengusirnya. Ketika para kafir Quraisy mengetahui bahwa Muhammad kembali ke Mekkah dengan jumlah pasukan yang tak terkira besarnya banyak asumsi yang beredar.

“Apa yang akan dilakukan Muhammad kepada kita? Kita telah mengusirnya dari tanah nenek moyangnya. Para pengikutnya pun tak memiliki harta benda ketika mereka berhijrah. Kira-kira apa yang dilakukan oleh orang ketika kembali ke negara yang telah mengucilkan mereka? Siksaan seperti apa yang akan mereka lakukan?”

Namun fakta yang terjadi sungguh jauh dari terkaan mereka, tidak ada peperangan yang terjadi, semuanya berakhir dengan damai. Semua mengakui keagungan Islam. Semua tunduk dan patuh dengan aturan yang ditetapkan Rasulullah saw.

Bagaimana dengan Mesir sekarang. Untuk meniru sebagaimana Rasulullah bukanlah sesuatu yang mudah, namun bukan mustahil dicontoh meski hanya sebagian kecilnya saja. Namun yang patut diperhatikan adalah semangat Rasulullah untuk merangkul dan mengajak mereka, semangat yang muncul adalah perbaikan bukan membalas dendam dan membumihanguskan Mekkah. Oleh sebab itu marilah kita sama-sama belajar dari sejarah yang kita cetak sekarang ini.

Wallahu A’lam bish Showab.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s