Keluarga dan Masalah

Masalah dalam keluarga adalah hal yang wajar, penyikapannya dengan kembali kepada Allah adalah jalan terbaik

Sahabatku, dalam bayangan kita, keluarga yang shalihah bisa jadi adalah keluarga yang adem, ayem, tentrem. Tapi benarkah itu bisa terwujud dalam keluarga kita? Atau kondisi tersebut hanyalah sebuah kondisi yang disebut sebagai utopia semata. Gambaran ideal bahkan terlalu ideal yang tidak ada di dunia ini.

Mari sahabatku, kita menengok keluarga junjungan kita Nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang yang paling beriman, paling baik akhlaknya terhadap keluarganya. Tapi apakah rumah tangga dan keluarga beliau baik-baik saja tanpa ada masalah? Mari kita tengok keluarga beliau yang juga dikisahkah oleh Allah dalam Quran sebagai pelajaran bagi kita!

Pernah suatu ketika Rasulullah pulang dari rumah salah satu istrinya Zainab binti Jahsy. Karena lama berada di sana, dua orang istri nabi merencanakan sesuatu. Mereka akan mengatakan bahwa bau mulut nabi tidak sedap sebab telah meminum madu dari Zainab. Dan oleh sebab itu beliau bersumpah tidak akan meminum madu, dan mengharamkannya.

Allah kemudian menegur nabi di surat At Tahrim ayat 1,

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Subhaanallah

Sahabatku, bukankah Rasulullah adalah teladan yang paling mulia? Bukankah beliau adalah manusia paling sempurna dari segi fisik dan jiwa? Namun kendati demikian, beliau juga mendapati masalah di lingkungan keluarganya. Dan kisah hidup beliau adalah teladan yang terbaik bagi kita semua.

Bila seorang Muhammad saw saja mendapatkan masalah rumah tangga, apalagi dengan kita yang derajat keimanannya jauh dari beliau. Namun memang demikianlah kondisi kita di dunia ini sahabatku. Keluarga teladan mulia bukan berarti keluarga yang terhindar dari masalah-masalah. Namun ketika ada masalah yang datang menerpa, semua dikembalikan lagi kepada Allah.

Bagaimanapun pelik dan sulitnya kondisi keluarga yang kita hadapi itu adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Dan memang masalah itu pasti akan terjadi. Oleh sebab itu

  1. Jangan sedikitpun punya bayangan bahwa keluarga yang shalih adalah keluarga yang bebas masalah. Tapi keluarga yang ketika menemui masalah, semua dikembalikan kepada Allah.
  2. Tetap bersabar dengan ulah anggota keluarga kita. Bagaimanapun juga mereka adalah orang yang telah bersedia untuk menua bersama kita. Dan bisa jadi mereka menjadi wasilah atau jalan bagi kita untuk mengumpulkan pahala dari Allah.
  3. Berbicara dan berakhlak dengan akhlak terbaik kepada keluarga kita. Karena orang yang paling mulia adalah yang paling mulia akhlaknya kepada keluarga.

Semoga kita menemukan ibrah dan pelajaran dari semua masalah yang mendera keluarga kita. Semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik.

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s