Islam Mengajarkan Pemeluknya Mencatat Keuangan

Usaha wajib paham pencatatan keuangan

Berbeda dengan pemahaman orang di dunia barat pada umumnya bahwa agama membuat manusia semakin bodoh, Islam justru mendidik pemeluknya untuk menjadi cerdas dan pintar. Hal ini bisa kita lihat dari instrumen-instrumen yang telah diturunkan Allah yang ada dalam Islam.

Sahabatku, Zakat, dan praktek Ekonomi Islam seperti mudharabah, murabahah dan musyarakah sangat kental dengan nilai pembelajaran dan mencerdaskan pemeluknya.

Dalam zakat perdagangan, seorang muslim yang berdagang mestilah menghitung, modal, laba, kerugian dan semua hal yang berkaitan dengan usahanya. Dengan kata lain seorang muslim pedagang wajib menguasai ilmu pencatatan keuangan. Karena bila tidak bagaimana ia akan bisa menentukan berapa jumlah wajib zakat yang harus ditunaikan? Dan bila tidak diketahui mana untung dan mana rugi, bagaimana ia bisa mengatakan usahanya berkembang atau malah surut.

Begitu juga dengan mudharabah atau praktek muamalah Ekonomi Islam lainnya. Semua pelakunya wajib mengetahui laporan keuangan usaha masing-masing. Bagaimana ia akan menentukan bagi hasil bila ia tidak tahu apakah ia memiliki hasil atau malah rugi?

Rumit, dan tidak mudah bagi yang baru mengenalnya. Berbeda dengan konsep ribawi yang serba mudah. Cukup dengan menghitung uang yang diinvestasikan, kemudian dikalikan persentase pengembalian dan bunga selesai.

Sahabatku, instrumen dalam Islam ini menjadi sulit dan rumit di awal untuk mengajarkan kepada manusia praktek bisnis yang benar. Bila seseorang terbiasa dan terlena dengan yang mudah (konsep riba), dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam bisnisnya ketika menghadapi kesulitan karena ia tidak tahu atau hanya sedikit tahu tentang laporan keuangan perusahaannya. Dan sebaliknya bagi orang yang mengetahui dasar-dasar bisnis yang benar terutama pencatatan keuangan, ia akan memahami permasalahan-permasalahan yang akan muncul sebelum masalah tersebut muncul. Ia akan mampu membuat antisipasi sebelum masalah datang.

Dan sesungguhnya Allah tidak ingin membuat Islam itu menjadi kesulitan buat manusia. Bahkan sebaliknya, Ia ingin menjadikan Islam dan Ekonomi Islam mudah. Allah membuat instrumen pembelajaran bisnis yang kuat. Bila seseorang memahami dan melaksanakan prinsip ekonomi Islam, maka sebenarnya ia telah belajar sebuah ilmu bisnis yang sangat mendasar.

Jadi jauh sebelum banyak orang berujar tentang masalah Ekonomi Rumah Tangga, Investasi, Passive Income yang pasti didahului dengan pencatatan keuangan, Islam telah memberikan edukasi kuat tentang hal ini melalui zakat, dan praktek ekonomi Islam.

Oleh sebab itu, cukuplah Islam sebagai panduan bagi manusia untuk mengetahui isi dunia ini, sisanya hanyalah perkembangan-perkembangan teknologi semata. Sedangkan prinsip dan esensinya semua sudah terangkum dalam Islam.

Sekarang sahabatku, pertanyaannya adalah, siapkah kita belajar dan mengamalkan ilmu bisnis yang mendasar ini? Sudahkah kita melakukan pencatatan keuangan sehingga kita tahu sebenarnya berapa pendapatan dan pengeluaran kita? Sudahkah kita mencatat keuangan rumah tangga kita sehingga kita tahu mana yang harus kita kurangi dan mana yang harus kita tambah?

Wallahu A’lam Bish Showab

Pembelajaran dari KSM PKPU Surabaya, Rich Dad Poor Dad, dan Ir. Heppy Trenggono.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s