Senyum dan Doa Mereka

Senyum mereka adalah nikmat besar yang Allah berikan, sudahkah kita mensyukurinya?

Sahabatku, di antara kita mungkin ada yang merasa kehilangan gairah kerja. Ia merasa jenuh dengan rutinitas hariannya. Berangkat di pagi hari, macet, panas dan pulang dalam keadaan lelah. Pekerjaan di kantor seakan tidak kunjung berhenti. Begitu selesai datang selanjutnya. Dan ketika akhir pekan tiba, liburan itu tak terasa. Sungguh sebuah kehidupan yang membosankan.

Tapi tahukah bahwa kau sebenarnya mendapatkan banyak energi. Energi yang senantiasa datang kepadamu tiap hari tiap waktu namun kau tidak menyadarinya.

Bagi kini engkau yang telah berkeluarga, tidakkah kau melihat senyum mereka? Senyum anak dan istri ketika kau berangkat menunaikan tugas dan kembali dari pekerjaanmu? Senyum mereka, sambutan mereka adalah sebuah energi yang tak terkira besarnya.

Dan tahukah kau sahabatku bahwa istri kita di tengah istirahat kita berlelah-lelah bekerja, senantiasa berdoa dan mengadu kepada Rabb-Nya. Ia meminta agar sang pahlawan keluarganya senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Ia mengiba agar sang kekasih mendapatkan limpahan rizki yang halal dan barokah untuk bekal kehidupan keluarga sakinah.

Bagi kini engkau yang masih tertahan di kesendirian, tidakkah kau melihat senyum orang tua? Mereka bangga, karena sang buah hati telah beranjak dewasa dan mempu menafkahi dirinya. Kemandirianmu adalah sebuah hadiah yang tak ternilai harganya. Segala upaya mereka menyiapkan terbaik dari apa yang mereka bisa agar kau melesat berpendar di dunia terbayar sudah.

Tahukah kau sahabatku, bahwa di saat aktivitas kita dalam bekerja, ibu bapak kita masih khawatir dengan anaknya. Sudahkah ia menyelesaikan pekerjaannya? Beratkah beban yang menghimpit pundak dan dada anaknya? Mereka, ibu bapak kita berdoa semoga Allah Tuhan penguasa alam semesta memberikan yang terbaik bagi sang putra. Mereka berharap bahwa Allah akan memberikan kemudahan dan berkah dalam kerja anaknya.

Dengan melihat senyum dan merasakan doa-doa mereka, masihkah kita merasa enggan sahabatku? Tidak cukupkah senyum dan doa mereka membakar semangat kita untuk beraktivitas dengan segala rona-ronanya? Tidak cukupkah senyum dan doa mereka menjadi bahan baku produktivitas kita dalam menebar jalan di lautan rizki Allah yang telah tersedia?

Ingatlah sahabatku, bahwa Allah akan menambah bagi mereka yang mensyukuri nikmatnya. Nikmat senyum dan doa istri, anak, ibu, bapak adalah nikmat yang tak ternilai harganya. Syukurilah dengan aktivitas yang penuh dengan kesungguhan dan makna.

Wallahu A’lam bish Showab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s