“RASANYA GELI KAYAK DIGELITIKI”

PKPU DAN PLN DISTIRBUSI JAWA TIMUR ADAKAN KHITANAN MASAL

“Rasanya geli, kayak digelitiki”

Surabaya-Setelah melewati masa tegang menghadapi ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS), para pelajar mulai SD hingga SMA kini bisa bernafas lega. Pasalnya, mereka memasuki masa libur sekolah yang panjang. Banyak dari mereka yang menikmati masa liburannya  dengan pergi ke rumah nenek-kakenya di kampung, mendatangi tempat wisata atau hanya sekedar bermain dengan teman sepermainan. Namun, di antara mereka juga ada yang memanfaatkan liburan ini dengan melakukan salah satu kewajiban bagi tiap muslim laki-laki yakni khitan.

Melihat adanya momen libur panjang bagi anak-anak sekolah tersebut, PLN distribusi Jawa Timur dan  PKPU Surabaya mengadakan khitanan masal, Kamis (21/06/2012). Acara yang dilakukan di kantor PLN Distribusi Jawa Timur, Jl. Embong Trengguli 19-21 Surabaya tersebut diikuti 101 peserta.

Koordinator peserta dari PKPU, Khoirul Bariyah mengatakan, bahwa dari pihaknya mengumpulkan 55 peserta, sedangkan PLN sendiri mengumpulkan 50 peserta. “Peserta ini kami himpun dari beberapa daerah di Surabaya” terangnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Khitanan Masal, Ibu Endang Wahyuti mengatakan, bahwa tujuan diadakannya khitanan masal ini merupakan bentuk kepedulian PLN Distribusi Jawa Timur akan kesehatan masyarakat. “Khitan selain sebagai anjuran beragama, tetapi juga sebagai salah satu faktor kesehatan khususnya alat vital. Apalagi masih banyak orang yang kurang mampu mengkhitankan anaknya karena faktor ekonomi” jelasnya.

Dalam acara tersebut selain dikhitan tanpa biaya, setiap peserta juga mendapatkan bingkisan berupa tas ransel, sarung, baju koko, uang transport dan kue. “Senang sekali dapat sangu buat beli jajan dan bisa beli motor Tamiya” terang Farkhan, bocah 8 tahun yang ikut khitanan masal.

Banyak kejadian lucu yang terjadi dalam acara tersebut, mulai dari anak yang menangis sebelum di khitan karena mendengar jeritan temannya, sampai orang tua yang ikutan menangis melihat anaknya dikhitan. Akan tetapi ada juga yang dengan santainya menikmati permainan game yang telah disediakan panitia, meski “burungnya” dietet-etet (diiris, bhs.jawa). Seperti yang dilakukan David (8), meski dokter sedang melakukan “perbaikan” pada alat kelaminnya, di mana sebagian peserta menangis karena takut, dia tidak mengeluarkan sedikitpun air mata. Bahkan dia sempat tersenyum ketika hendak di foto. “ rasanya geli kayak digelitiki. Meski pada awalnya saat disuntik terasa sakit” ujarnya ke pada tim Giving. (rrs/PKPU/Surabaya)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s