Memilih Mengakhiri Hidup Bukanlah Pilihan

Nastase dibawa ke rumah sakit(sumber bbcnews.co.uk)

Mantan Perdana Menteri Rumania, Adrian Nastase, dikabarkan telah menembak lehernya sendiri dengan pistol. Sebagaimana diberitakan oleh BBC News pada 20 Juni 2012. Nastase adalah Perdana Menteri Rumania pada periode 2000 hingga 2004.

Dia didakwa telah mengkorupsi uang negara untuk kepentingan kampanyenya pada tahun 2004. Jumlah uang yang dikorupsi mencapai 1,5 juta euro atau sekitar 18 miliar rupiah.

Nastase berdalih bahwa tuduhan tersebut sangat kental dengan nuansa politik. Dia nampaknya telah lelah menghadapi tuduhan-tuduhan dari pengadilan sehingga memutuskan untuk bunuh diri. (berita selengkapnya bisa dilihat di sini)

Sebuah kejadian yang perlu jadi perhatian kita sahabatku.

Di dunia ini, kebenaran dan kebohongan terkadang sulit untuk diketahui. Dan memang itulah rencana yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia. Jadi apapun yang menimpa kita, menyerah bukanlah sebuah pilihan apalagi bunuh diri. Na’udzubillah min dzalik.

Sahabatku, di dunia ini memang senantiasa penuh dengan ujian. Dan jangan dikira hanya kita yang sekarang saja yang akan menghadapi ujian tersebut. Orang-orang sebelum kita juga diujji. Bahkan ujian yang sangat berat hingga Rasul dan orang-orang beriman berkata: kapankah pertolongan Allah akan datang? Pertanyaan tersebut tidaklah datang kecuali ketika ujian datang dengan segala macam dan bentuknya hingga menggoncang keimanan mereka.

Sahabatku, bersabarlah atas ujian yang diberikan Allah di dunia ini, karena masih akan ada kesempatan di akhirat kelak untuk merasakan nikmat yang sesungguhnya. Nikmat yang diberikan bagi mereka yang tetap teguh berada dalam naungan Allah semasa hidup di dunia. Dan bukankah masa hidup di dunia ini cuma sebentar saja.

Sahabatku, bila kita yakin bahwa ujian ini berasal dari Allah untuk menguji dan mengingatkan kita akan kekuasaan Allah, menyerah bukanlah sebuah pilihan. Karena kita sendiri yang mengatakan bahwa Allah sajalah yang kita tuju. Sebagaimana seorang kekasih ingin membuktikan kecintaannya, tidakkah kita ingin menunjukkan kecintaan kita kepada Allah? Jalannya yakni dengan ridho atas apapun yang telah diberikan kepada Allah kepada kita baik ujian berupa kenikmatan ataupun kesulitan.

Sahabatku, hidup kita ini sudah ditakdirkan oleh Allah. Maka marilah kita memenuhinya dengan menjalani hidup ini dengan penuh taat dan patuh kepada-Nya. Hindarkan jauh-jauh pikiran menyerah dan putus asa apalagi sampai mengakhiri hidup ini. Ketika kita masih hidup berarti kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Masa lalu yang kelam adalah masa lalu. Bukankah orang yang bertaubat akan diampuni oleh Allah semua kesalahannya dan diterima semua amal kebaikannya?

Sahabatku, engkau adalah pribadi yang berharga. Engkau telah diciptakan Allah dengan meniupkan ruh-Nya. Engkau adalah makhluk yang paling sempurna. Engkau adalah manusia yang malaikat pun sujud. Masih ada kesempatan selama masih ada ruh di jasad, marilah kita buktikan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah: 214)

Wallahu A’lam Bish Showab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s