Menjaga Iman di dalam Keluarga

Menjaga keluarga dalam bingkai Iman dan Islam

Sahabatku, adalah sebuah naluri manusia untuk dekat dengan keluarga. Adalah sesuatu yang normal pula bila seseorang sangat mendambakan keselamatan bagi diri dan keluarganya. Oleh sebab itu tidak jarang kita akan melakukan apapun untuk keselamatan dan kebaikan anggota keluarga kita. Walau itu adalah sesuatu yang berat dan maha sulit, demi  keselamatan keluarga, semua itu kita laksanakan.

Maka tidak heran bila seseorang akan merasakan kesedihan yang mendalam bila ia tidak memiliki kekuatan untuk menolong anggota keluarganya yang sedang berada dalam kesulitan. Ia sangat ingin memberikan keselamatan bagi orang-orang yang dicintainya.

Suatu ketika, Rasulullah berlinang air mata. Saat itu Rasulullah berada di Mekkah dan mengunjungi sebuah makam. Beliau duduk di samping makam itu. Kemudian terlihat beliau berbicara, dan kemudian berdiri sambil berlinangan air mata.

Para sahabat yang ketika itu bersama beliau merasa heran. “Apa yang engkau lakukan wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab, “Aku tadi meminta ijin kepada Allah untuk bisa mengunjungi makam ibuku. Dan Allah mengabulkannya. Lalu aku meminta pula ijin kepada-Nya untuk bisa memintakan ampun buat ibuku kepada-Nya. Namun ia tidak mengijinkanku.”

Sahabatku, kesedihan Muhammad Rasulullah pastilah bisa kita rasakan. Bagaimana bila hal tersebut terjadi kepada kita? Orang terdekat kita yang kita cintai sedang membutuhkan pertolongan. Namun ketika kita bisa memberikan pertolongan itu, Allah tidak mengijinkannya. Aduh betapa sakit rasanya kesedihan itu sahabatku.

Oleh sebab itu sahabatku, agar kita tetap bisa mendoakan orang-orang yang dekat di sekitar kita marilah kita senantiasa mengajak mereka tetap berada dalam lingkaran aqidah Islam. Kita juga mendoakan mereka sehingga ketika kita tidak bisa lagi bersama mereka, kita tetap bisa memintakan ampun kepada Allah untuk mereka.

Keimanan adalah sesuatu yang mahal wahai sahabatku. Dengan bekal keimanan itu sajalah Allah mengijinkan seorang anak untuk bisa mendoakan orang tua dan orang terdekatnya yang telah meninggal. Oleh karena itu marilah kita menjaga harta yang paling berharga bagi seorang hamba ini.

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.(QS. 9:113)

Wallahu A’lam Bish Showab

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s