Makna Perubahan bagi Orang Beriman

Perbedaan kondisi bagi seorang mukmin bukanlah halangan (gambar dari flickr.com)

“Subhaanallah, Maha Suci Allah.” Itulah yang terpikirkan dalam benakku saat ini. Di dua hari ini ada kejadian-kejadian yang sangat jauh berlainan. Yang pertama adalah berita duka karena seorang ibu dari dua orang anak dijemput oleh Allah. Sedangkan yang kedua adalah berita bahagia lahirnya seorang bayi mungil di dunia.

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS. Al Mulk 1-2) 

Mati dan hidup semua hanyalah ujian. Allah ingin mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya. Maka ketika di satu pihak ada kematian dan di sisi lain ada kehidupan, semua harus dimaknai sebagai sesuatu yang pasti terjadi. Dalam kehidupan manusia pasti akan ada yang berubah.

Ada yang mengalami sakit, ada yang mengalami kesembuhan. Ada yang mendapatkan keburuntungan ada pula yang diliputi kemalangan. Perubahan adalah sesuatu yang wajar dan pasti akan terjadi. Kita berubah, orang tua kita berubah, lingkungan kita berubah. Semua barubah. Satu-satunya yang tetap dan terus akan ada hanyalah perubahan itu sendiri.

Keuntungan dan kerugian bukanlah sesuatu yang dikhawatirkan (gambar diambil dari flickr.com)

Oleh karenanya berbahagialah orang yang beriman. Karena bila ia ditimpa perubahan yang baik atau keberuntungan, ia tidak menjadi orang yang sombong. Ia yakin dan sadar bahwa perubahan baik atau keberuntungannya sudah ditetapkan oleh Allah swt. Ia tidak merasa terlalu percaya diri dan menyatakan bahwa semua hasil yang diperoleh adalah karena hasil usahanya semata.

Dan dengan menjadi orang yang rendah hati, banyak orang yang akan simpati. Hal ini malah membuat banyak orang yang lebih percaya. Semakin banyak orang membuka diri dan bersedia untuk bekerja sama dengannya. Alhasil akan lebih banyak peluang kebaikan yang mendekati orang yang beriman.

Berbahagia pula orang yang beriman. Karena bila ia ditimpa perubahan yang tidak baik atau musibah, ia tidak menjadi orang yang putus asa. Ia yakin dan sadar bahwa perubahan atau peristiwa jelek yang menimpanya sudah digariskan oleh Allah swt. Ia tidak gampang merasa galau dan sedih berkepanjangan, karena semua yang terjadi dan diberikan Allah adalah dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya.

Ia akhirnya menjadi orang yang optimis. Dengan segala kejadian yang pernah menimpa-Nya ia masih memiliki semangat karena semua yang terjadi pastilah sudah diukur oleh Allah. Dan Ia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan hambanya. dan keoptimisannya membuat semakin banyak orang yang senang berjumpa dengan-Nya. Semakin banyak senyum yang ia tebar karena optimisnya. Alhasil semakin banyak orang yang datang membawa peluang kebaikan bagi dirinya. (MAA)

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s