Jadilah Bayi, Songsonglah Masalahmu!

Meski menangis, bayi tidak pernah putus asa (gambar diambil dari flickr.com)

Manusia di dunia tidak ada yang bisa lepas dari masalah. Sejak ia lahir hingga nanti meninggal pasti akan muncul masalah. Datang dan perginya masalah sudah pasti, yang belum pasti adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang bagaimana sebaiknya menyikapi masalah.

Dulu ketika kita menginjak usia balita, banyak masalah datang. Dimulai dengan ketidakmampuan kita untuk terlentang, tengkurap, duduk, berdiri hingga berjalan dan berlari. Tapi anehnya, bagi kita hal-hal tersebut bukan sebuah masalah. Ia adalah petualangan.

Mungkin saat itu kita merasakan jatuh, bangun, terperosok dan menangis. Tapi kita tidak menyerah. Kita malah bangkit meski sekian kali terjatuh dan menangis. Bila proses jatuh, bangun dan menangis tidak kita alami, kita mungkin masih belum bisa berjalan dan berlari.

Begitu juga kita ketika belajar bersepeda. Kita seringkali merasakan jatuh dan bangun, bahkan berdarah. Tapi semangat petualangan yang tinggi membuat jatuh, bangun dan berdarah itu menjadi sebuah cerita yang pantas diceritakan kepada anak-anak kita nantinya.

Semakin dewasa, semangat petualangan itu menjadi pudar. Rasa sakit tidak lagi kita rasakan sebagai sebuah harga petualangan. Kita semakin rentan dan rapuh. Tidak ada lagi rasa ingin tahu yang membara. Yang terasa dari rasa sakit hanya lelah, letih, dan berat.

Bila kita menengok kembali masa kecil kita, dengan jatuh dan bangun kita bisa melihat dunia. Kita mampu berkeliling alam semesta. Maka seandainya masalah yang muncul kita hadapi dan kita selesaikan, akan ada kemampuan baru yang kita miliki. Kemampuan yang ada karena masalah yang mendera.

Jadi jangan berkeluh kesah, kita tidak bisa berjalan bila di saat bayi kita hanya menangis. Jangan menyerah, kita tidak bisa berlari bila ketika bayi kita tidak bangkit setelah terjatuh. Masalah itu ada untuk mengajarkan kita sebuah ilmu baru. Jadi songsonglah masalah itu sebagaimana bayi yang ingin melihat dunia.

Wallahu A’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s