Mbah Misri, Terus Berusaha Meski di Usia Senja

Mbah Misri, suami tercinta dan sepeda perjuangannya

Mbah Misri, begitu dia biasa dipanggil para tetangganya. Di usianya yang kini menginjak tiga per empat abad, beliau masih harus bekerja keras untuk biaya menghidupi keluarganya. Sehari-hari mbah Misri berjualan sayur-sayuran dengan mengayuh sepeda butut keliling kampung.

Kadang hasil berjualan sayuran tidak cukup untuk biaya makan sehari-hari. Seringkali mbah Mirsi dan keluarganya makan hanya dengan sayur dan sambal tanpa lauk, karena hasil berjualan sayuran tidak cukup untuk beli lauk. Sementara suaminya hanya bisa membantuĀ  ke ladang untuk merawat dan memotong sayur yang akan dijual.

Bantuan modal dari PKPU digunakan Mbah Misri untuk menambah jenis barang dagangannya. Kalau selama ini mbah Misri hanya menjual sayuran, maka sejak mendapat bantuan modal dari PKPU, ia bisa menjual pisang yang keuntungannya lebih banyak dari pada sayuran.

Sampai saat ini mbah Misri masih punya mimpi untuk bisa berjualan sayur-sayuran yang lebih beragam di pasar. Karena semakin lama tentunya tenaga mbah Misri semakin berkurang untuk bisa berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain menjajakan sayurannya.

Sampai saat ini, PKPU telah membina 17 kelompok pemberdayaan ibu tangguh, termasuk salah satu anggotanya mbah Misri, dengan harapan bantuan modal dari PKPU bisa membantu mereka mengembangkan usahanya dan keluar dari jeratan bank thithil (rentenir) yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s