Contoh menghitung zakat profesi atau pendapatan

Gaji (gambar diambil dari flickr.com)

Bapak Ahmad adalah seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Setiap awal bulan ia mendapat gaji dari perusahaan tersebut (take home pay) sebesar Rp 7.000.000,-. Dari gaji tersebut beliau keluarkan untuk kebutuhan pokok, biaya rumah tangga (dapur) sebesar Rp 3.000.000,-, untuk sekolah 2 orang anaknya sebesar Rp 1.000.000,-, membayar cicilan rumah sebesar Rp 750.000,-, bayar telepon dan listrik 500.000,

Apakah bpk. Ahmad wajib membayar zakat ? Jelaskan

Jawab :

Langkah I ( Hitung Nisab ) terlebih dahulu

653 Kg x Rp 9.000 ( harga beras ) : Rp. 5.877.000,-

Jadi Pak Ahmad wajib berzakat karena pendapatannya melebihi dari Nisab.

Langkah II Hitung besar zakat yang dikeluarkan :

Rp. 7.000.000 x 2,5 %   :Rp. 175.000,-

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s